Hati
adalah tempat khilaf dan salah, sifatnya selalu berbolak balik, terkadang bisa
berfikir jernih, dan terkadang malah sebaliknya, bisa berfikir diluar batasan
kewajaran.
Terkadang
bisa menepis rasa yang ada, dan terkadang hati membiarkan rasa itu mengalir
begitu saja. Begitulah kalau rasa berkecamuk dalam hati dan berperang dengan
komitmen yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya. Sifat perempuan memang
tidak bisa ditebak, terkadang baper namun terkadang ia cukup dewasa. Apalagi
untuk menanggapi persoalan atas nama perasaan dan cinta.
Hadirnya
rasa cinta tak dimungkiri juga, sebab rasa cinta adalah fitrah. Namun salah
kita sebagai manusia, yang sering menelantarkan cinta, dan tidak meletakkan
pada tempatnya.
Belajar
melawan perasaan. Ya, itulah salah satu bagaimana agar rasa cinta itu bisa
terletakkan pada tempatnya. Sayang sekali rasanya, ketika hati sudah dijaga
sekian lama, namun tergores karena kemilau yang sedikit. Peperangan kembali
dimulai, setelah beberapa tahun yang lalu peperangan itu terjadi. Peperangan
perasaan ke 2,ya tepatnya seperti itu, layaknya peperangan dunia ke 2 terjadi.
Mari
kita saksikan, dimanakah peperangan perasaan ini akan berakhir? Berakhir dengan
berlabuh di perasaan lain, ataukah berakhir di perasaan yang memancing
peperangan ini terjadi.
Semoga
saja berlabuh pada darmaga yang memancing peperangan ini terjadi, amiin,,,