bismillahirrahmanirrahim.
"semoga cerita ini dapat membangkitkan
ghiroh kita untuk berdakwah dan semakin meninggikan cinta kita kepada
kedua orang tua yang selalu menanti kehadiran buah hati yang sudah
dibesarkan dengan penuh kesabaran dan cinta nya."
diceritakan
seorang aktivis dakwah kampus yang katanya ADK, beliau koordinator
akhwat(perempuan) disebuah depertemen di suatu organisasi.
akhir-akhir
ini beliau begitu sibuk dengan agenda-agenda besar rancangan dari
depertemen nya sendiri, koordinasi dengan koordinator ikhwan(laki2)nya
akhir-akhir ini juga sering..
masing2 mereka menyadari bahwasanya
komunikasi yang terlalu keseringan akan memudahkan terserangnya penyakit
hati, meskipun yang dibahasnya adalah hal yang wajar dan penting untuk
agenda tersebut.
sang akhwat tidak tinggal sendirian,
disekilingnya ada akhwat-akhwat yang luar biasa, yang kata nya aktivis,
organisatoris, akademis, semuanya ada disini.
banyak akhwat yang komentar, sedikit telvonnya berdering akhwat yang lain langsung komen "ikhwan itu lagi, itu lagi'
sang akhwatpun menyangkal , ' ya, masalah agenda ini dan itu...'
yang
lain menyambung "sering kali telvonan sama sang ikhwan, ya.....
meskipun penting si...., telvon papa mama dirumah sesering itu gak
ya????? (tanya nya menyindir)"
sang akhwat langsung terdiam, dengan wajah tetap tersenyum dan hati
yang mendung, kembali beristighfar,, dan sesaat ketika itu juga langsung
mengambil HP nya dan menghubungi kontak bernama "ABI" di HP nya...
na'udzubillahiminzalik....
#
luar biasa... itulah guna saudara, saling mengingatkan antar
saudaranya, dan tidak membiarkan saudaranya hanyut dalam kegelapan
duniawi,tidak dipungkiri seorang ikhwah akan melakukan kekhilafan,
karena manusia itu diciptakan naif.
ALLAHUAKBAR..
bukan berarti benci jika saudara mengingatkan kita,,
namun, karena rasa CINTA merekalah, mulut itu mengeluarkan nasehat yang luar biasa...
wallahu;alam bishshawab
semoga bermanfaat...
Senin, 22 September 2014
Mungkin salah kita yang belum memahamkan
Bismillahirrahmanirrahim,,,,
Suara jangkrik yang
merdu mengiringi seuntai pertanyaan yang datang dari seorang ibu yang melihat
kerudung tebal dalam sang anak terbentang menghiasi kamarnya,
Ibu : ‘ ini kerudung, kok
tebal kali??’
Anak: ‘kalau tipis ma, sama
gak pake kerudung aja’ jawab sang anak dengan lembut...
Dengan tak mau kalah
sang ibu kembali bertanya...
Ibu : kenapa gak pake
karung yang tebal aja , karung goni gitu???
Anak : ??????
(ckckckckckkck)’ sang anak geleng2, masyaallah, kita disuruh pake karung
goni????”beda lah ma dengan karung goni, ‘ jawab sang anak ....
Waduuuh,,,,,, ternyata
ibu ini belum puas juga meladani sang anak, beliau kembali bertanya...
Ibu : ‘ kalau gitu
suruh aja tuh pabrik buat jilbab yang tebal2’...
Anak : ‘kalau nyuruh bisa
aja ma, tapi ini barang gak kita ja yang mengkonsumsi, jadi gak semuany bisa
menerima hal seperti ini’....
Tanpa pertanyaan, sang
ibu mengungkapkan pernyataan ‘ kenapa harus beda dengan orang lain!!!!, Sama
aja dengan yang lain, kan gak ada salahnya...’
Sang anak menyangkal :
‘ ada salah nya ma, kalau orang pake jilbab transparan, sama aja dengan gak
pake jilbab, nah, itu slah ma, patutkah kita meniru yang salah,’.......
Sang ibu terdiam, sepertinya pernyataan sang anak
mengakhiri perdebatan kecil malam itu,,
ibroh :
ibroh :
‘ sebenarnya bukan
salah sang ibu jika beliau berkata seperti itu (seolah-olah beliau mengajak dan
menunjukan kesesatan), tapi pengetahuan beliaulah yang belum sampai ketingkat
seperti itu, nah tugas sang anak bukan hanya ‘manggut2 tanda setuju dengan
semua perkataan orang tua’ jika itu salah maka sampaikanlah dengan baik,
bahwasanya itu adalah salah, namun jika itu benar maka dukung lah beliau agar
beliau semangat untuk menyampaikan kebenaran itu kepada yang lain...
Na’udzubillahiminzalik...
Wallahu’alam Bishshawab....
JEMARI menyertai perubahan itu
Jari-jari ini akan terus bernyanyi, mengeluarkan segenggam nada yang
mungkin terdengar kuno, iramanya yang sudah mulai tak asing lagi
terdengar dari berbagai sautan yang datang bergantian, yang sudah
menjadi makanan sehari-hari, Rutin.
'Berdo'a untuk menjadi lebih baik, untuk bisa menunaikan kewajiban sebagai seorang anak yang dianggap sholeh dan berbakti oleh orang tua, dan orang yang menjadi saksi bisu perjuangan ini',
berharap do'a akan diijabah oleh yang maha kuasa, berusaha, berharap impian dapat diwujudkan oleh yang maha pencipta alam jagat raya.
tak ada yang bisa dilakukan setelah usaha, do'a, dan tawakkal terpenuhi, namun yakinlah seketika kita menyerahkannya kepada Allah dengan segenap jiwa dan raga kita, maka seketika itulah Allah akan mengijabah do'a kita,
'Allah akan memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya', penggelan syair Allah yang sungguh sangat luar biasa, dengan meyakini 1 kalimat itu saja, dengan keyakinan yang mantap, insyaallah gelar penyabar akan tertera di pundak kita.
memang tak sulit mencapai gelar yang akan diberikan Allah, sedangkan gelar yang akan diberikan manusia saja tak semudah membalikan telapak tangan untuk dapat memperolehnya, apalagi gelaryang diberikan Allah, tapi selama ini fikiran yang naif ini tak sempat berfikir sejauh itu, diri ini hanya mencoba puas untuk duni, sedangkan akhirat,,??? ya... begitulah......
puas dengan dunia tak akan mengantarkan kita kepintu syurga nya Allah, jangankan pintunya, baunya saja Wallahu'Alam, puas dunia hanya sampai ditenggorokan, setelah itu hilang tanpa bekas,, es krim yang kita rasakan nikmatnya tadi sore, tidak akan terasa apa-apa malamnya.
namun,,
puas dengan akhirat, maka kita akan memperoleh keduanya, akhirat dapat, dunia dapat,
mari bersama memulai menggerakan jejari ini untuk bisa berubah kearah yang lebih baik, dengan target akhirat...
Wallahu'alam bishshawab..
'Berdo'a untuk menjadi lebih baik, untuk bisa menunaikan kewajiban sebagai seorang anak yang dianggap sholeh dan berbakti oleh orang tua, dan orang yang menjadi saksi bisu perjuangan ini',
berharap do'a akan diijabah oleh yang maha kuasa, berusaha, berharap impian dapat diwujudkan oleh yang maha pencipta alam jagat raya.
tak ada yang bisa dilakukan setelah usaha, do'a, dan tawakkal terpenuhi, namun yakinlah seketika kita menyerahkannya kepada Allah dengan segenap jiwa dan raga kita, maka seketika itulah Allah akan mengijabah do'a kita,
'Allah akan memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya', penggelan syair Allah yang sungguh sangat luar biasa, dengan meyakini 1 kalimat itu saja, dengan keyakinan yang mantap, insyaallah gelar penyabar akan tertera di pundak kita.
memang tak sulit mencapai gelar yang akan diberikan Allah, sedangkan gelar yang akan diberikan manusia saja tak semudah membalikan telapak tangan untuk dapat memperolehnya, apalagi gelaryang diberikan Allah, tapi selama ini fikiran yang naif ini tak sempat berfikir sejauh itu, diri ini hanya mencoba puas untuk duni, sedangkan akhirat,,??? ya... begitulah......
puas dengan dunia tak akan mengantarkan kita kepintu syurga nya Allah, jangankan pintunya, baunya saja Wallahu'Alam, puas dunia hanya sampai ditenggorokan, setelah itu hilang tanpa bekas,, es krim yang kita rasakan nikmatnya tadi sore, tidak akan terasa apa-apa malamnya.
namun,,
puas dengan akhirat, maka kita akan memperoleh keduanya, akhirat dapat, dunia dapat,
mari bersama memulai menggerakan jejari ini untuk bisa berubah kearah yang lebih baik, dengan target akhirat...
Wallahu'alam bishshawab..
Mimpi itu GRATIS LHOO
Malam
begitu larut, tak seorangpun yang bisa menghentikan isak tangis gadis kecil
itu, gadis yang umurnya belum nyampe sebutir jagung. Ternyata ia habis dihina
mati-matian oleh seorang remaja centil yang bernama Sara. Amina nama gadis itu,
nama yang begitu indah, seindah hati nya. Ia terlahir dari keluarga yang sangat
sederhana, namun kecerdasannya dapat mengangkat derajat kedua orangtua nya. Ia
memiliki cita-cita yang sangat tinggi, bak setinggi mentari di ufuk barat.
Semua cita-cita dan keinginan yang terbatik di hatinya baru berani ia simpan
didalam buku kecil yang telah usang, yang tak tahu ntah kapan ia membeli
bukunya itu.
Namun,
suatu ketika buku kecil ini tercecer, yang kemudian ditemukan oleh si centil
sara, sara pun membacanya dengan wajah sinis sara melempar buku itu “apa apaan ini! Gadis
miskin kok bermimpi tinggi-tinggi sich?? Gak banget dech!!!!”. Celotehan sara
menggelegar, seketika amina datang dan terkejut, dengan air mata ia mengambil
buku kecil itu. Kemudian lari tanpa kata-kata……
Pagi
itu sara melangkah kesekolah yang menanti dengan penuh harapan, cita, cinta,
dan suka. Awalnya sarah agak ilfeel karena kejadian kemaren siang, namun ada
seorang yang menjadi motivasi nya selama ini, yaitu sang ibunda,, ibulah yang
menjadi dorongannya untuk bisa menjadi cerdas dan dikenal banyak orang dengan
kepintarannya. Ia terus melangkah, hingga nyampe di sekolah.
Ia
tahu semua ini adalah cobaan dari sang maha agung, semuanya terjadi karena
kehendaknya, waktu open recruitment organisasi keislaman di sekolah pun telah
di buka,,,,, amina langsung tertarik, ia mendaftar dengan segera, teman-teman
yang lain pun juga banyak yang mendaftar, tapi sara tak menampakkan batang hidung nya disini. Sara
memang orang nya keras, mungkin karena kurang perhatian dari orang tuanya yang
sibuk tiap hari kerja mengurus perusahaannya.
Suatu
ketika sara menghampiri amina sekembali dari sekolah ditengah jalan,,”eh,,,,
soal buku lho yang kamaren,, ganti donk, dah usang tu ,,, dan gue ingatin ya
ama lho,,, jangan bermimpi tinggi-tinggi dech,,, lho nyadar gak sich, lho itu
siapa?????? Lho itu hanya seorang anak dari seorang pembantu ya,,,, dan lho
sekolah disini tu, karena beasiswa, jadi lho jangan sok dech”. “sara!!!!!!!,
terdengar suara yang memanggil nya dari belakang,, ternyata ibunya sara, yang
telah lama memperhatikan gerak gerik sara yang selama ini sangat banyak
menyakiti hati orang lain, tak hitung orangnya, dan juga tak hitung berapa kalinya.
Sara pun diajak pulang dan nyampe dirumah sara di
nasehati oleh orang tuanya. Sara pun tertunduk malu, dengan berbagai macam
perasaan bersalah yang telah menggerogot di sanubarinya..
Namun seketika, sara tersentak “ ini semua salah mama!!”
tegas sara, “mama gak sayang sama sara, mama gak peduli sama sara, mama hanya
memperhatikan perusahaan, perusahaan, dan perusahaan mama. Sara benci sama
mama” lanjut sara sambil menangis. Ia pun lari ke dalam kamarnya. Mama sara pun
berfikir panjang, mengapa anak nya bisa berbuat seperti itu, dan dari kata-kata
sara tadi, beliau berusaha mengoreksi diri, apa kesalahan yang telah ia perbuat
sebagai orang tua bagi anak semata wayangnya..
Keesokan harinya, mentari pagipun melihatkan wajah cerianya
kepada keluarga kecil yang sedikit tidak harmonis itu, mama sara meluangkan
waktunya untuk sara pada hari itu, beliau berusaha membujuk sara yang masi berdiam diri didalam kamarnya, ”sara,
ma’afin mama ya nak, selama ini mama kurang perhatian sama sara, kurang peduli
sama sarah, dan kurang memanjain sara, hari ini mama janji, mama akan merubah
semuanya,mama akan peduli pada sara,
akan merhatikan sara, dan sayang sama sara,, sara maukan ma’afin mama??” bujuk
sang mama. Sara pun tersenyum lebar, dan berkata “ benar ma? Mama janji sama
sara?”. “ya nak, mama janji” jawaban mama sambil menangis karena terharu.
Sejak saat itu, sara yang dahulunya kasar dan dikenal dengan
kurang etika dilingkungan sekolah dan sekitarnya, sekarang berubah menjadi sara
yang peduli dengan orang lain, ia lembut, dan ringan tangan, serta gak jahil
lagi pada amina seperti layaknya yang sudah berlalu.
Sekarang sara dekat dengan amina, dimana ada amina disana ada
sara, sekarang mereka tidak bisa dipisahkan lagi, layaknya permen karet yang
sekali lengket tetap lengket. Teman-teman sarapun bingung dengan keadaan dan
tingkah sara yang seperti itu, “ eh….lho kenapa sar? Kok makin lengket aja
dengan anak gembel itu??” tanya salah seorang teman sara. ”ops,,, sorry ya, dia
itu bukan gembel, dia itu teman gue!! Lho pade semua paham????” jawab sara
sambil melotot..”iiisss,,,, aneh lah kamu ni sara”,”biarin,,,, masalah buat lho
pada???” celoteh sara sambil angkat kaki dari hadapan mereka.
Waktu berlalu kian
cepat, sara dan amina telah merancang impian mereka secara bersamaan, mereka
saling memberikan dorongan dan motivasi satu sama lain. Mereka telah merancang
kemana mereka akan pergi setelah masa di SMA usai. Waktupun berjalan dan terus
berjalan dan tak terasa sara dan amina telah sampai di puncak impiannya
masing-masing, mereka sukses berjama’ah, meskipun profesi mereka berbeda.
“Bermimpi adalah suatu kewajiban bagi orang yang mau mencapai
kesuksesan, tapi harus diiringi dengan usaha, karena jika tidak, mimpi akan
hanya tinggal mimpi saja, dan jangan menyerah meskipun beribu badai dan
gelombang yang menerpa dan menerjang, bahkan badai dan gelombang itu adalah
badai dan gelombang kesuksesan”.
Selamat bermimpi !!!!
Muslimah san Style
Seseorang bertanya, "Bagaimana
tentang seseorang yang suka mengenakan pakaian dan sepatu yang
indah-indah?" Rasulullah menjawab, "Semua ciptaan Allah adalah indah
dan Dia menyukai keindahan." (HR Muslim)
Arti
dari sebuah kata ‘keindahan’ banyak sekali, ada yang berpendapat bahwasanya
seorang muslimah dikatakan indah ketika
yang mengikuti perkembangan
zaman, ada yang mengatakan indah ketika badannya berbalut berbagai macam
perhiasan, ada yang mengatakan indah jika ia berhias menor, dan ada juga yang
mengatakan, kalau muslimah tersebut akan terlihat indah ketika tubuhnya
berbalutkan kain yang syar’i,- artinya, pakaian yang digunakannya menurut
aturan islam-.
Namun
dari hadist diatas, Rasulullah telah menjelaskan, bahwasanya semua ciptaan
Allah itu indah, berarti wanita yang dihadirkan oleh Allah akan terlihat indah
meskipun sebenarnya ia tidak bersolek sedikitpun, karena itulah fitrah yang
diberikan oleh Allah kepada makhluknya, tanpa terkeculi kepada muslimah.
Perkembangan
zaman yang diikuti oleh seorang muslimah untuk periode akhir zaman ini sangat
miris sekali. Kenapa saya bilang akhir zaman??? Sepertinya apa yang disabdakan
oleh Rasulullah bahwa “ diakhir zaman akan ada wanita yang berpakaian namun
telanjang” adalah benar dan ciri-ciri untuk akhir zaman ini sudah diperlihatkan
dizaman yang kita duduki sekarang. Bagaimana wanita yang berpakaian tapi
telanjang??? Itulah wanita yang memakai baju transparan, sehingga bagian yang
patut terlindungi akhirnya tidak terlindungi dan menjadi tontonan gratis untuk
public umum. Hal seperti inilah yang banyak di indahkan oleh muslimah saat ini.
Katanya,- mereka(muslimah) yang lagi panas-panasnya dengan K-POP-, akan
terlihat cantik ketika mereka para muslimah menyamai dari K-POP itu sendiri.
Ada sebagian yang menyadari kalau itu adalah salah, namun demi mengikuti
perkembangan zaman sebagian mereka rela menjual aqidahnya, tapi ada juga
sebagian yang mungkin tahu tapi belum paham dengan semua yang diikutinya. Nah,
disinilah tugas para muslimah yang paham dengan apa yang sebagian saudara kita
ikuti, bukan malah ikut-ikutan juga menjadi K-POP ceplakan.
Tampil
cantik itu mudah, tidak harus dengan mengikuti perkembangan zaman, tidak harus
kita menjadi orang lain, tidak harus juga dengan mengorbankan segalanya untuk
mendapatkan sesuatu untuk mempercantik diri didepan khalayak umum.
Tampil
cantik itu penting, namun tidak harus kita berdandan menor, tidak harus kita
memakai baju yang bahan nya gak cukup.
Nah,
gimana caranya??? Jawabannya Q.S Al-Ahzab ayat 59, artinya :
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
Hidup
dengan yang cuma ugal-ugalan itu hanya membuat kita terkenal dengan
keburukannya saja, jika mendapat pujian, maka pujiannya hanya sampai
kekorongkongan, ketika makan eskrim, rasanya sudah hilang dan tergantikan lagi,
Untuk apa kita life style jika tidak ada satupun orang yang mengenali kita.
Oleh karena itu, ikuti aturan main_Nya Allah, maka dengan demikian Allah akan
memberikan ketenaran dan ketenangan didunia dan diakhirat Insyaallah.
Wallahu’alam
bishshawab...
izinkan aku memanggilmu "Ukhtiy"
Panggilan
itu pertama kali ku dengar ketika aku mengikuti suatu training dasar dari
organisasi dakwah sekolah. Training itu diadakan di pusat kota, dengan peserta
dari berbagai daerah. Kepentingan komunikasi membuat panggilan itu muncul dan
diiringi dengan ta’aruf. ‘assalamu’alaikum ukhti.... siapa namanya ukh???, asal
mana? Sebuah pertanyaan yang terlontar dari mulut akhwat yang sekarang manjadi
saudari seperjuangan di kampus tercinta. Panggilan itu memang aneh ditelinga
ku, sehingga respect ku menjawab salam kenal dari diapun lama. Tak lama
kemudian, aku makin akrab dengan panggilan itu, namun ketika panggilan itu ku
renungkan kembali, ternyata memiliki makna yang sangat mendalam. Banyak
pendapat tentang panggilan ini, ada yang mengatakan kalau panggilan ini hanya
untuk orang yang memahami agama saja, dan ada juga yang bilang kalau panggilan
ini akan mendiskriminasikan teman-teman(: baca teman yang agama nya kuat,
dengan yang tidak), sehingga orang-orang yang berpendapat demikian tidak
mau jika dipanggil dengan sebutan
‘ukhti’.
Namun,
jangan salah !!!, panggilan ukhti yang diberikan pada orang-orang tertentu
itulah yang menjadikannya begitu istimewa. Ketika pendidikan ku telah menuju ke
perguruan tinggi, aku bertemu dengan kumpulan orang-orang yang dianggap aneh
oleh orang-orang dizaman sekarang, pakaian mereka yang rapi, akhlak mereka yang
bagus, tutur kata nya yang santun, ternyata tidak mengubah mindset jelek orang
sekitar terhadap dakwah yang mereka sampaikan. Mereka bukan orang yang baik,
namun mereka adalah orang yang selalu berusaha menjadi yang baik, mereka bukan
orang yang paham agama, makanya hari-harinya diisi dengan belajar agama. Mereka
bukan orang sok suci, namun mereka adalah orang yang berusaha untuk tetap
menjaga kesucian dirinya. Mereka begitu menjadi idaman, itulah pandangan ku
terhadap mereka.
Setiap
kali mereka memanggil teman-teman mereka yang cewek, mereka selalu memanggilnya
dengan lembut, seperti yang aku alami ketika aku di bangku SMA dulu. Aku
semakin menyadari bahwasanya panggilan ukhti tidak hanya dikenal oleh anak SMA
saja, anak kuliahpun juga mengenal panggilan ukhti, yaitu panggilan kelembutan,
panggilan sayang yang dilemparkan kepada teman sebaya. Tidak hanya itu, ketika
mereka mendengar teman mereka sakit, atau tertimpa musibah, dengan mudahnya
mereka langsung beraksi layaknya satu keluarga yang sedang menerima ujian dari
Allah. SAUDARA, ya,...!!! itulah arti dari ukhti, makna inilah yang pada akhirnya
menyatukan mereka, sampai kapan???, entahlah!!! namun, mereka berharap makna
yang diungkapan akan hadir di Syurga_Nya. Aku ingin seperti mereka, mempunyai ukhti yang
baik hati. Maka saudaraku seiman, izinkan aku memanggil kalian dengan panggilan
sayangku “ukhti”.
Minggu, 21 September 2014
ketahuilah!! semuanya sesudah Kadar Kita
Banyak hal memang yang belum diketahui dibalik setiap kejadian, tempat
K** yang begitu jauh ternyata membuat seorang saudara "iri"-dalam hal
kebaikan- pada ku. Mulanya aku tidak mengerti kenapa ia "iri" padaku
padahal kenyataannya tempat K** ku begitu sangat jauh dan tidak ada
teman yang ku kenal disana. sedangkan ia, dapat tempat yang keren-kota-,
dan ada teman juga disana, rasanya tidak ada yang harus diirikan dari
aku, tapi ada hal yang lain dari semua itu.
"kamu tau kenapa kamu diletakkan disana" tanyanya ketika mengawali ungkapannya pada siang itu.
"gak", jawabku polos.
"itu bertanda, kalau kamu bisa menghadapi kondisi seperti itu, berarti kamu adalah orang yang dipilih Allah untuk bisa menebar kebaikan disana", jelasnya
aku hanya terdiam, dalam diam ku bertasbih "subhanallah, iya ya, Allah memang sungguh luar biasa
"Allah tidak menguji seorang hamba diluar batas kemampuannya", sambungya
"seharusnya, aku intropeksi diri, kenapa aku diberikan tempat yang nyaman sama Allah, berarti aku belum apa-apanya dibanding kamu"terangnya, matanya mulai berkaca-kaca.
aku tetap terdiam sembari memikirkan kembali kata-kata indah yang dikeluarkannya, aku berusaha merefresh kembali otak ini, agar dapat berfikir layaknya sebagai orang yang terpelajar.
aku mengalihkan pembicaraanku, aku tak ingin airmatanya jatuh membasahi bumi, ada rasa bersalah jika ini terjadi, karena sifat ketidak syukuranku membuat saudaraku sampai meneteskan airmata agar aku paham dengan maksud apa Allah mengutusku kesana.
kata-katanya ini memang sangat melekat dalam fikiranku, aku berusaha menguatkan diri agar aku tetap istiqamah dijalan-Nya, dengan jiwa yang masih labil ini semoga Allah meneguhkan hati kecil ini.
aku yakin ini adalah proses ujian, tidak masalah, jalani saja!! ingat, bahwasanya ujian yang berhasil dilewati akan mmembawa kita ketingkat selanjutnya, dengan tingkat ujian yang meninggi juga.
wallahu'alam bishshawab
"kamu tau kenapa kamu diletakkan disana" tanyanya ketika mengawali ungkapannya pada siang itu.
"gak", jawabku polos.
"itu bertanda, kalau kamu bisa menghadapi kondisi seperti itu, berarti kamu adalah orang yang dipilih Allah untuk bisa menebar kebaikan disana", jelasnya
aku hanya terdiam, dalam diam ku bertasbih "subhanallah, iya ya, Allah memang sungguh luar biasa
"Allah tidak menguji seorang hamba diluar batas kemampuannya", sambungya
"seharusnya, aku intropeksi diri, kenapa aku diberikan tempat yang nyaman sama Allah, berarti aku belum apa-apanya dibanding kamu"terangnya, matanya mulai berkaca-kaca.
aku tetap terdiam sembari memikirkan kembali kata-kata indah yang dikeluarkannya, aku berusaha merefresh kembali otak ini, agar dapat berfikir layaknya sebagai orang yang terpelajar.
aku mengalihkan pembicaraanku, aku tak ingin airmatanya jatuh membasahi bumi, ada rasa bersalah jika ini terjadi, karena sifat ketidak syukuranku membuat saudaraku sampai meneteskan airmata agar aku paham dengan maksud apa Allah mengutusku kesana.
kata-katanya ini memang sangat melekat dalam fikiranku, aku berusaha menguatkan diri agar aku tetap istiqamah dijalan-Nya, dengan jiwa yang masih labil ini semoga Allah meneguhkan hati kecil ini.
aku yakin ini adalah proses ujian, tidak masalah, jalani saja!! ingat, bahwasanya ujian yang berhasil dilewati akan mmembawa kita ketingkat selanjutnya, dengan tingkat ujian yang meninggi juga.
wallahu'alam bishshawab
di balik R.A Kartini
ya, tepat sekali "ibu R.A kartini" yang lahir pada tanggal 21 april,
terkenal dengan Emansipasi wanitanya. tak jaran memang hal ini sampai
sekarang masi dibicarakan dikhalayak rame, karena banyak kontra terhadap
gendre yang berbeda. Namun tak ada larangan juga untuk perempuan tampil
dikanca publik sebagai pelopor. Namun pertanyaannya, haruskah Kartini?
tidak adakah perempuan yang saat itu melakukan hal yang sama seperti
Kartini? jawab nya ADA!! hanya saja tidak terpublikasi, bahkan gebrakan
bliau lebih luar biasa, Rahmah el-Yunusiyyah; “Perempuan Minang Pelopor Pendidikan Muslimah Indonesia” ya itulah bliau nama yang mungkin masi samar ditelinga kita yang hanya dilenakan oleh kartini jaman Katumba.
sadar atau tidak sadar,Rahmah el-Yunusiyyah; “Perempuan Minang Pelopor Pendidikan Muslimah Indonesia” inilah Kartini di abad 21 dan selanjutnya.
sadar atau tidak sadar,Rahmah el-Yunusiyyah; “Perempuan Minang Pelopor Pendidikan Muslimah Indonesia” inilah Kartini di abad 21 dan selanjutnya.
karena engkau begitu istimewa
Bismillahirrahmanirrahim..
Tema
: Dakwah Muslimah Hari Ini
Judul : Karena dirimu muslimah
By : Sisri Wahyu Nengsi
Sebuah pepatah mengatakan “jika
ingin melihat sebuah Negara, maka lihatlah para wanitanya”. Pepatah tersebut
menggambarkan bahwasanya wanita adalah orang yang sangat berperan penting dalam
sebuah peradaban, dalam sebuah wadah, dan dalam kehidupan. Karena kenapa?
Karena dari rahim wanitalah akan lahir orang-orang yang luar biasa,
muslimah-muslimah yang tangguh, mujahid-mujahidah militan yang akan membuat
islam jaya (amin yarabbal ‘alamin,,).
Berbicara tentang dakwah muslimah
sangatlah fenomenal, dalam dakwah, seorang muslimah memiliki andil yang sangat
penting, karena muslimah telah mewarnai dakwah ini dengan sentuhan-sentuhan
emosional, sehingga masalah yang rasional dapat diimbangi dengan sentuhan yang
emosional dan dapat terselesaikan dengan baik. Dengan wadah dakwah yang telah
tersedia akan memudahkan kerja dakwah para muslimah. Dengan adanya forum-forum
kewanitaan, dakwah muslimah akan lebih melekat dan lebih terasa.
Namun,,, kenyataan hari ini dengan
lembaga dan forum-forum muslimah yang seabrek, malah menyebabkan dakwah
muslimah tersebut melemah. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh adanya faktor
internal dari lembaga tersebut, bisa jadi dimulai dari orang-orang yang berada
didalamnya, ide-ide yang kurang menggugah para target wanita lainnya, dan faktor
lain yang dirasa sangat mendasar untuk kalangan aktivis dakwah, yaitu pada
tarbiyahnya. Tapi alasan tersebut belum tentu juga benar, karena bisa jadi para
muslimah ini telah berusaha dengan maksimal, namun karena memang fitrahnya
dakwah itu penuh onak dan duri, para muslimah mengalami tantangan yang
demikian.
Namun para muslimah, janganlah
engkau berkecil hati, karena keteguhan dan kesabaranmu hari ini akan
menyebabkan para bidadari syurga iri dengan mu
Langganan:
Postingan (Atom)

