Ada cinta disini
Berawal
dari kaki ini menginjak bumi andalas, tekad ter asa untuk bisa bergabung di organisasi
islam yang ketika itu menjadi rebutan para mahasiswa. Tak di pungkiri juga diri
ini termotivasi untuk ikut bergabung disana. Namun, sedikit pemahaman tentang
organisasi coba ditanamkan oleh senior, Alhasil diri ini tsiqah atas saran yang
diberikan senior yang katanya dikala itu semua ini untuk dakwah. Sebagai
seorang yang baru mengenal ladang dakwah, diri ini berusaha untuk menjadi jundi
yang tha’at, yang pada akhirnya berlabuhlah diri ini pada organisasi fakultas
yang bernama FSI FMIPA, memang organisasi ke-islaman juga, namun lingkupnya
fakultas. Tak apa, setiap kejadian itu ada step by step nya, bayi aja yang baru
lahir, agar ia bisa berjalan, ia harus pandai merangkak dulu. Ya, begitulah
sekiranya dakwah. Ketika memang untuk mencapai/mengurus organisasi yang besar
kita harus kenal dulu dengan ladang yang kecil.
Hari
berganti hari, open recruitmentpun dibuka-wawancara terus dijalani dengan semestinya.
Diterima!, ya, dengan amanah yang luar biasa-koordinator akhwat depertemen
ekonomi mandiri- yang sering kita kenal dengan danus. Suatu hal yang luar
biasa, tak ada pengalaman yang bisa dibanggakan sebagai modal awal untuk
mengemban amanah ini. Belajar! Ya, itu jalan yang ampuh agar amanah ini bisa
terjalankan.
Tangisan
demi tangisan hadir menghiasi hari-hari rapat presidium FSI ketika itu, karena
pengalaman yang tidak ada menyebabkan proker tersendat.
Seiring
berjalannya waktu, kepengurusan FSI –disaat aku tahun1- berakhir. LPJ
disampaikan dengan proker seadanya. Tapi, Alhamdulillah, semua memaklumi
ketidak tahuan diri ini.
Free!!
Itulah
yang kurasa ketika itu.
Ternyata!!
Tidak!!
Amanah
baru menanti, calon ketua keputrian FSI FMIPA-tahun 2 di kampus andalas-.ya,
Allah belum memberikan Amanah ketua keputrian itu kepundak ini. Tapi, Allah
memberikan Amanah perngkaderan dipundak ini-koordinator Akhwat depertemen
kaderisasi-. Amanah ini besar sekali. Tak berbeda dengan kondisi sebelumnya,
Airmata ini tak mau cuti untuk menemani Dakwah ini, ia tetap ikut menyaksikan
getirnya perjuangan ini. Meskipun demikian, putus asa tak ku izinkan
menggelayuti tubuh ini, karena berdasarkan slogan yang kami pegang “BERHENTI
BERARTI MATI!”, Dahsyat!.
“Dakwah
itu adalah cinta, dan cinta pasti akan meminta segalanya darimu, bangunmu,
jalanmu, istirahatmu, bahkan tidurmu”. Ini lah kata-kata ampuh yang
membangunkan jiwa yang tidur ini, dan kata-kata inilah yang membawa Takbir
ketika Tidur, kesibukan mengurus ini, itu mulai dirasakan.
“mau
menjadi orang yang tergantikan, atau orang yang menggantikan?”,
Benar
kata-kata orang, dakwah itu bukan seperti jalan yang mulus, dan jangan pernah
kau berharap seperti itu, jika jalannya mulus maka akan banyak yang
menyertainya, tapi jalannya penuh onak dan duri, terjal dan berliku, ada jurang
dan bebukitan yang harus didaki, maka hanya orang-orang pilihanlah yang akan
mencoba untuk tetap membersamainya, hingga dakwah ini tak ada lagi. Tapi
kapan?, mungkin itu pertanyaan nya, entahlah, mungkin sampai nafas kita
terhenti.
“Tonggak
pengkaderan ikhwah itu ada disini, di deepertemen kaderisasi. Depertemen yang
mengurusi kondisi umat fakultas”kata senior ketika itu. Airmata ini jatuh
berderai, ternyata sangat berat. Bayangkan saja, jika sedikit saja kita lalai,
maka akibatnya sangat fatal. Bisa jadi, tak akan adalagi regenerasi ikhwah
ketika kita menjabat-ini adalah musibah terbesar-. Oleh karena itu, ketika
agenda tak terjalankan, ketika kehadiran minim, dan ketika proker tersendat,
airmata menjadi teman sejatinya.
“barang
siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya, dan meninggikan
derajatnya”. Itu janji Allah, dan itu
Pasti.
Usaha,
satu kata yang membuat tenang.”yang penting usaha, hidayah itu tergantung
Allah” kata-kata yang keluar ketika pengkaderan melemah dan usaha sudah
mencapai titik jenuhnya.
Kunci
semua ini adalah keyakinan, dan usaha. Ketika kita yakin dan terus berusaha,
kemenangan itu akan bersama kita. Mungkin memang gak sekarang, bisa jadi esok,
seminggu lagi, sebulan lagi, atau setahun lagi, bahkan mungkin ketika kita tak
lagi berada dibumi andalas ini.
Itulah
yang membawa diri ini untuk diamanahkan di ketua keputrian FKI RABBANI12-tahun
3 -. Organisasi yang di dambakan sekitar 2 tahun yang lalu, tapi tidak dengan amanah
yang diinginkan. tak ada angin dan tak ada hujan, pundak ini memberat.
Rapat
terakhir kaderisasi ketika itu, mempertemukan aku dengan ketua keputrian Fki
rabbani 11, menanyakan perihal kesiapan untuk menjadi ketua keputrian. Semua
amanah itu amatlah berat, hingga ketika pertanyaan itu dilontarkan, jawabannya
adalah tangisan. Namun “kita tidak meminta amanah, namun jika amanah itu
diberikan, kita tidak boleh menolaknya”, pelajaran yang didapat dari senior.
Ya, dengan berserah diri kepada Allah, amanah ini coba untuk diemban-baru
sebagai CALON ketua keputrian-. Penugasan-penugasan mulai diberikan sedikit
demi sedikit, untuk menambah kafaah sebagai yang dicalonkan hingga ditagih
seminggu setelah penugasan diberikan ketika itu.
Tak
ada persiapan memang, karena gak tau apa yang akan mau siapkan, menjadi emaknya
para akhwat tidaklah mudah, jangankan proker kita, jalan kita saja akan menjadi
sebuah sorrotan yang luar biasa. H-3 jam menuju pengumpulan tugas, barulah
tugas-tugas tersebut diselesaika. Alhamdulillah, akhirnya selesai juga dengan
paduan berbagai sumber ilmu yang sudah didapat dari 3 tahun belakangan, bukan
niat agar kita terpilih, namun ini hanya
sebagai profesionalitas saja.
Banyak
pertanda atas diembankannya Amanah ini, mulai dari teman-teman yang bercanda
hingga senior yang memberika isyarat. “sabar ya dek, jika seandainya besok ada
fitnah antara kamu dengan ketum, jangan diambil pusing, abaikan saja”-memang
ketika itu ada calon ketua umum yang satu jurusan-.
29
desember 2013, palu itu diketuk, bertanda amanah ketua keputrian itu singgah di
bahu yang lemah ini. Tangisan menyertai takbir yang mengguncangkan seminar F
ketika itu. Masih lekat di memory ini, karena ini amanah besar yang pertanggung
jawabannya akan ada di akhirat kelak. banyak bayangan yang terlintas dibenak
ini, mulai dari proker yang akn dijalankan, anggota akhwat yang akan
diperhatikan, akhwat seUnand yang akan di ayomi, sampai sampai jika ketua
bermasalah, ketua keputrian yang akan ditanya. Innalillah, hanya Allah yang
tahu perasaan ketika itu. Berkecamuk memang, menjadi orang “besar” membuat kita
tak tahu apa yang musti dilakukan. Liburanpun ketika itu, berisikan dengan
proyek rancangan untuk fki kedepannya.
Tak
kenal dengan kondisi FKI ini bagaimana, seUnand, otomatis akan berasal dari
banyak Fakultas, dan akan memiliki pemikiran dan tingkah yang berbeda-beda
membuat bingung gimana cara menyatukan hati-hati ini agar FKI tetap LEBIH AKRAB
DAN BERSAHABAT yang menjadi slogan kita hingga hari ini. Rapat pertama,
berisikan aku, ketua umum, wakil ketua umum, dan sekretaris umum, 1 akhwat dan
3 ikhwan. Kondisi yang tidak mengenakan sekali, namun, apalah daya karena
memang anggotanya belum ada.
Fki
12 dirancang dengan sedemikian rupa, agar ikhwah yang diamanahkan di fki bisa
maksimal dibidangnya masing-masing. Dengan keridhoan Allah, kepengurusan FKI12
terbentuk dan dilatik pada tanggal 17 april 2014. Mulai hari itu, dengan visi
yang sama, dan tekad yang bulat, kami fkirabbani 12 membangun keluarga besar
fki rabbani12 yang solid dengan slogan “lebih akrab dan bersahabat”.
Banyak
rintangan memang untuk bisa mewujudkan semua yang kita impikan, jika tidak
terwujud “bisa jadi yang baik menurutmu, tidak baik menurut Allah, tapi yang
tidak baik menurut mu malah itu yang lebih baik menurut Allah”. Langkah awal
untuk organisasi itu adalah menyatukan hati orang –orang yang ada didalamnya.
Berbagai agenda kita angkatkan, berbagai sms romantis ke akhwat sudah kita
lontarkan, mabit, ifthar, namun dari sekian banyak yang bergabung, tentu akan
ada yang mundur, itulah fitrahnya dakwah, tapi kembali lagi ‘apakah kita orang
yang mundur itu’-tanya diri-.
Dengan
mengambil hikmah disetiap kejadian, kekeluargaan itu mulai terbangun, kita
menemukan cinta itu disini, cinta karena kita sama-sama berjuang untuk sang
maha cinta, hingga diakhir kepengurusan ini rasanya kita tak mau meninggal
ladang ini, tapi hal yang mustahil. “setiap masa itu ada generasinya”maka
ketika hari ini generasi yang baru sudah tumbuh maka sebagai batang pohon yang
sudah tua sudah pantasnya pula untuk ditebang, agar tidak menghalangi
pertumbuhan sang tunas baru. Alhamdulillah hari ini, fki 12 kami tetap menjadi sebuah
keluarga besar hingga nyawa memisahkan- insyaa aallah-. Aamiin...
Diakhir
tulisan ini akan ada kata-kata dari hati yang mencintai para pejuang fki
rabbani 12 karena Allah-in syaa aallah-.
Dear ukhtifillah,,,
Ukhti,, in syaa Allah ana
menyayangi mu karena Allah, baca lah ini dengan hatimu, jangan dengan mulut,
Tataplah surat ini seolah olah engkau menatapku dengan tatapan penuh cinta.
Cinta seorang saudari kepada saudarinya.
Ternyata, Kapal kita sudah mulai
menepi ukh. Kita sudah sampai, dan kapal itu akan diisi oleh orang lain.
Seperti amanah kita hari ini, yang akan digantikan oleh orang lain, regenerasi
kita yang luar biasa in syaa Allah, berarti secara tidak langsung amanah kita
tidak akan sama lagi. Kita akan menjumpai ladang yang berbeda, dengan bibit dan
cara menggarap yang berbeda.
Ukhtii...
Ketika kita tak lagi bersama,
simpanlah ikatan ini disanubarimu, agar tidak ada yang bisa merebutnya dari
hidupmu.
Ukhtii...
Ketika engkau sudah jauh entah
dimana, kirimkanlah rabithah untukku, sebut namaku, dan bayangkan wajahku
sebagai penguat rindu agar kita bisa dikumpulkan kembali.
Ukhtii...
Ketika aku rindu akan semua kisah
tentang kebersamaan kita, izinkan aku untuk bisa mengenangmu setiap do’aku
sebagai ekspresi kerinduanku.
Lemahnya diirimu adalah kesalahan
diriku, membiarkanmu adalah hal yang terburuk dalam hidupku. Perjuangan ini
telah memberikan beribu makna untuk bisa ditela’ah.
Ma’afkan diri ini jika tidak bisa
menjadi yang terbaik selama bersamamu dijalan perjuangan ini. Mungkin ada dosa
yang tanpa sengaja, mungkin ada khilaf didalam hati yang tak disadari. Terima
kasi atas pelajaran yang diberikan selama ini, atas pelajaran tentang penting
dan indahnya kebersamaan dalam ukhwah karena-Nya. Terima kasi sudah menjadi
teman, saudara bahkan keluarga disini. Ketahuilah ukh, ana mencintaimu karena Allah
UNAND, 20 desember 2014
Saudarimu yang mencintaimu
@Ichis_ulya