Selasa, 15 Maret 2016

Pa....
gadis kecilmu kini sudah dewasa .... :('

belum banyak yang bisa aku berikan padamu, hingga hari ini, hari dimana orang tak memanggilku sebagai anak kecil lagi,
yang bisa aku berikan hanya  tangisan kekhawatiran akan kondisiku,

pa... engkau itu Masyaa Allah,
sosok makhluk yang cuek, tapi sebenarnya engkau peduli
dibalik kekuatanmu, sebenarnya engkau lemah,
dibalik tawa, canda dan senyummu, sesungguhnya hatimu sedang merintis,
kau tak sering menanyakan kabarku, tapi engkau selalu mencemaskanku,

mungkin itulah fitrahnya seorang ayah,
lemah namun ingin telihat kuat didepan anak2 nya,
agar anak2nya tidak ikutan lemah seperti ayahnya...

masyaa Allah..
jika hatimu terbuat dari mineral, mineral jenis apa yang telah menyusunnya?
jika hatimu terbuat dari batuan, apa kandungan dalam batuan itu?
jika hatimu berbentuk kubik, berapa luas bidang nya?
beritahulah padaku, agar aku bisa menyerupai dirimu...

pa,
ajari aku berhati mutiara, berkebalkan intan,
ajari aku berhati tembaga, bersejukan salju.
turunkan kepada ku ilmu tentang semua itu..

terima kasih pa...
biar Allah yang membalas segala jasa dan pengorbanan mu,
sejatinya, jika aku yang membalasnya..
sungguh itu tak akan pernah terbalaskan,
meskipun bumi menjadi emas.


aku ingin kau halal untuk ku-cintai

mendung siang ini mewakili perasaan yang tak karuan,
kamu jauh, akupun jauh
tak ada rasa memang, sebelumnya yang kita jalin,
tapi karena cinta-Nya, akhirnya aku mencintaimu,
tapi memang sebatas dalaam diam,

tak ada ungkapan kata2 mesra,
tak ada perhatian yang berlebih,
tak ada pertemuan yang kita impikan,
karena memang kita belum pantas melakukan semua itu,

aku tak tau,
kenapa tiba2 aku merindukanmu dikala kau pergi baru sehari,
ketika kau mengabariku kalau kau akan pergi,
serasa petir disiang hari menyambar, dan awan hitam langsung berarak,
serasa gak kuat buat jauh darimu,
segera halalkan saja diriku,
agar perasaanku bisa menjadi pahala ketika mengkhawatirkan dirimu,
agar setiap rindu2 ku menjadi baktiku untukmu,
agar dirimu bisa kucintai seutuhnya,,



Selasa, 02 Februari 2016

Aku Ingin Menikah Dengan Lelaki, Yang Jika Bersamanya Allah Dan Surga Terasa Lebih Dekat

Impian dari semua wanita adalah dipertemukan dengan sosok lelaki yang dapat menyempurnakan setengah dari agamanya. Menjadi pemimpin dan pembimbing dalam kehidupan setelah memiliki ikatan yang sah. Sosok yang dapat memposisikan diri sebagai suami, ayah, dan teman di saat apa pun.

Aku ingin menikah dengan lelaki, yang jika bersamanya Allah dan surga terasa lebih dekat. Lelaki yang bisa menjadi imam ketika sholat dan bermunajat kepada Allah. lelaki yang bisa memimpin keluarga dengan sebaik-baiknya seorang pemimpin.

Bersama mu buat aku semakin mencintai-Nya, tanpa melupakan kewajiban ku untuk selalu menjadi pendampingmu. Bersama mu buat rumah kecil kita seperti istana yang penuh dengan kebahagiaan dengan rasa syukur. Bersama mu mari kita melangkah menuju surga bersama manisnya iman dalam balutan ihsan.

Siapkan lah dirimu seperti aku mempersiapakan diri dalam kesendirian. Menanti dengan penuh keyakinan kalau kau akan datang ke rumah, bertemu denan kedua orang tuaku. Dan kau pun memperkenalan keluargamu kepada ku, ibu mu yang akan menjadi ibuku juga dan ayahmu yang akan menjadi ayahku juga.

Bersatunya kita bukan hanya sekedar menjalin ikatan dua orang manusia, tapi dua keluarga yang dulu terikat karena iman. Sekarang menjadi satu kesatuan karena ikatan kita berdua. Dan yakinlah suatu ikatan ini akan saling menguatkan satu sama lain, tidak akan ada perpecahan selam masih ada cinta di antara kita.

Datanglah segera, dan jangan terlau berifikir terlalu rumit tentang diriku. Aku hanya seorang wanita biasa yang memiliki banyak kekurangan dan berharap dirimu lah seseorang yang akan melengkapinya. Aku hanya seorang wanita yang kadang rindu dan penuh tanya, siapakah seseorang yang dengan berani menggantikan tugas ayahku. Dan aku hanya seorang wanita, yang memiliki hati selembut ibumu.

Pergilah, Karena Aku Mulai Mencintaimu

Entah darimana rasa itu datang, kapan menghampiri dan tidak mau pergi. Tiba-tiba ada rasa yang datang dari komunikasi yang biasa, dari pembicaraan yang sederhana. Mulanya kita hanya saing memandang, terpaku sebenatar tanpa mengeluarkan kata, menundukan pandangan dan berlalu. Tapi aku kaget saat menerima pesan pertama dari mu, senang bercampur malu. Dan dari sanalah percakapan kita berawal.

Mulai menanyakan hal-hal yang sederhana sampai bercerita tentang keseharian yang menyenangkan. Kadang ada cerita duka yang aku bagi dengan mu, dan kau setia mendengarkannya. Kadang ada rasa kesal yang aku luapkan pada mu, tapi kau hanya tersenyum dan mencoba menghibur ku dengan candaan-candaan kecil.

Pernah sekali aku menangis saat menghubungi mu, tapi kau masih sabar mendengarkan segala keluh kesah ku. Dan aku baru tau kalau malam itu kamu harus belajar untuk ujian besok, tapi dengan tenangnya kamu menenangkan ku dan menghiburku dengancara yang unik.

Tapi rasa ini mulai tidak wajar, kenapa saat mendengar nama mu diriku selau tersenyum dan jantungku berdebar kencang. selalu ingin mengetahui apa yang sedangkau kerjakan di dunia nyata dan kau bagikan di dunia maya. Waktuku menjadi sepi jika tidak ada kabar dari mu, dan etah kenapa diriku mulai nyaman dengan kehadirian diri mu..

Pergi lah, ku mohon. Rasa ini datang pada saat yang belum tepat. Aku takut kita akan saling menyakiti, karena terjalin dalam hubungan yang tidak halal. Bukan cinta yang akan bersemi, tapi nafsu yang berbalut keindahan dunia. Menggoda kita dengan kesenangan dan melupakan kewajiab-kewajiab kita. Aku tidak mau mengganggu mu dan menggoyahkan imanmu. Sedikit pun aku tidak mau menjadi jalan syetan untuk menjerumuskan dirimu ke api neraka.

Jika saatnya telah tiba dan kita ditakdirkan bersama. Disitu kita akan merasa yakin jika doa itu nyata dan cinta sejati akan membawamu ke surga. Biarlah hati ini merasa sakit untuk sebentar, dan menyibukan diri dengan tugas-tugas yang ada. Karena hadir mu di saat yang tepat akan menjadikan penantian menjadi suatu saat yang dirindukan. Aku tidak akan pergi, jika kau sudah siap segera temui ayah ku..

Jika kami berjodoh, pisahkan kami Ya Allah, dan Pertemukan kembali pada saat kami benar-benar siap

Saat virus merah jambu sudah menginfeksi hati, ia akan memberikan halusinasi kepada otak akan indahnya masa depan dan hangatnya masa kini. Tanpa kita sadari, iman yang sejak lama kita tanam akan layu dan enggan tumbuh. Ia akan terganti dengan seseorang yang akan terus menjadi bayang-bayang dalam hari, dan kadang membuat kita tersenyum sendiri. kita tidak sedang gila, hanya saja kita sedang tergila-gila pada anak manusia.

Jika kami berjodoh, pisahkan kami Ya Allah, dan Pertemukan kembali pada saat kami benar-benar siap. Saat cinta yang kami miliki dipersatukan dengan kuasa takdirmu. Saat orang tua, saudara, dan kerabat datang untuk memberi Doa. Bukan sebuah dosa yang terus menumpuk dan berselimut janji-janji manis yang entah kapan akan terwujud.

Tak apa kita hidup dalam rindu dan saling merindukan dalam doa-doa. Tak apa kita tidak pernah saling bertatap sebelumnya, tapi akan saling memandang dan bergandengan tangan sampai surga. Tak apa aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya, tapi aku yakinkan nanti kau akan mengenalku sebagai ibu dari anak-anakmu. :D

Kita dipisahkan karena waktu belum mengizinkan untuk bertemu. Kita dipisahkan untuk saling mempersiapkan diri dan mengejar mimpi masing-masing sebelum mimpi kita di satukan dalam satu atap yang sama. Kita dipisahkan dalam cinta-Nya, yang terlebih dahulu kita dapatkan sebelum mendapatkan cinta makhluknya Ia abadikan.

Tapi setelah dipertemukan, kau jangan kaget. Kalau nantinya aku adalah teman mainmu sewaktu kecil. Kalau nantinya aku teman waktu menuntut ilmu bersama atau dalam organisasi yang sama. Atau nantinya kita adalah dua orang anak manusia yang tidak tahu apa-apa, dan dipertemukan oleh kedua orangtua kita dalam takdirnya.


Karena jodoh adalah rahasia terbesar dalam kehidupan dan pasti akan dipertemukan dalam sekenarionya yang maha sempurna. Hilangkan keraguan dalam hati seperti malam yang tidak percaya akan datangnya pagi. Aku akan datang di waktu yang tepat dengan izin-Nya dengan membawa rindu yang sangat besar. Untuk mu..

Senin, 25 Januari 2016

PERTEMPURAN ITU BARU DIMULAI, JIWA




Hati adalah tempat khilaf dan salah, sifatnya selalu berbolak balik, terkadang bisa berfikir jernih, dan terkadang malah sebaliknya, bisa berfikir diluar batasan kewajaran.
Terkadang bisa menepis rasa yang ada, dan terkadang hati membiarkan rasa itu mengalir begitu saja. Begitulah kalau rasa berkecamuk dalam hati dan berperang dengan komitmen yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya. Sifat perempuan memang tidak bisa ditebak, terkadang baper namun terkadang ia cukup dewasa. Apalagi untuk menanggapi persoalan atas nama perasaan dan cinta.
Hadirnya rasa cinta tak dimungkiri juga, sebab rasa cinta adalah fitrah. Namun salah kita sebagai manusia, yang sering menelantarkan cinta, dan tidak meletakkan pada tempatnya.
Belajar melawan perasaan. Ya, itulah salah satu bagaimana agar rasa cinta itu bisa terletakkan pada tempatnya. Sayang sekali rasanya, ketika hati sudah dijaga sekian lama, namun tergores karena kemilau yang sedikit. Peperangan kembali dimulai, setelah beberapa tahun yang lalu peperangan itu terjadi. Peperangan perasaan ke 2,ya tepatnya seperti itu, layaknya peperangan dunia ke 2 terjadi.
Mari kita saksikan, dimanakah peperangan perasaan ini akan berakhir? Berakhir dengan berlabuh di perasaan lain, ataukah berakhir di perasaan yang memancing peperangan ini terjadi.
Semoga saja berlabuh pada darmaga yang memancing peperangan ini terjadi, amiin,,,

positif thinking

katanya, galau itu sebagian dari futur,
katanya,galau itu lebih banyak buruknya ketimang yang baiknya,
dan katanya, galau itu membuat sikonsumen untuk tidak bersemangat lagi,

tapi, ternyata,
ada beberapa orang yang melabuhkan kegalauan nya pada sebuah tulisan,
tulisan yang menjadikan orang orang termotivasi untuk bangkit, menjadi lebih baik lagi,

inilah kegalauan yang positif,
ternyata benar, "tak ada ciptaan Allah itu yang sia sia", sampai rasa pun takan ada yang sia sia, hanya kitalah yang membuat suasana yang perasaan itu menjadi sia sia, dan tak bermanfaat. jika kita pandai maka kita akan membuktikan sendiri firman Allah yang mungkin sayup sayup sampai kita dengar selama ini,
"maka, nikmat tuhanmu manakah yang engkau dustakan?"



Hai kamu, atas banyak rindu
semoga kita sama-sama sanggupberdamai dengan waktu. Izinkan takdir dan semesta bekerja baik atas pertemuan kita. Jangan mengutuk apapun, terlebih atas jarak dan semesta yang enggan mempercepat takdir kita ~FPL, 2016~

Biarlah untuk sementara rindu kita tersimpan didalam do’a. Sampai jarak, waktu dan rindu akan mengaku kalah dengan kesabaran kita ~FPL, 2016~

Aku sedang belajar mencintai yang mendewasakan didalam do’a, bukan janji dan kata-kata ~FPL, 2016~

Aku juga ingin yang terbaik, maka izinkan aku menyendiri untuk menjaga hati yang selalu berbolak balik, agar aku memperoleh yang terbaik ~ichis, 2016~

Aku akan selalu menghadiahkan kita dengan do’a. Sebab, aku percaya, suatu hari nanti inilah yang akan mengantarkan kita pada tujuan yang sama ~FPL,2016~

Haruskah banyak kata yang diucapkan ketika cinta itu datang? Ataukah perlu mengumbar dengan suara lantang? Bagiku , TIDAK!, cukup cintai ia dalam diam ~sismiyanti, 2016~

Senin, 28 September 2015

Tentang rindu yang tak pernah terungkap


Lama berkecimpung didunia aktivis menjadikan diri ini jauh lebih baik in syaa Allah dari pada diri ketika cinta itu diperkenalkan. Cinta dimana dulu berserakan dimana-mana, diobral kesana kemari layaknya sebuah dagangan yang tidak laku terjual. Takut untuk tidak mendapatkan pendamping yang baik untuk menuju syurga-Nya menjadi salah satu alasan kenapa yang bernama Pacaran itu hadir disela-sela waktu luang yang ketika itu bisa saja dikatakan tidak terlalu berluang juga, karena memang kesibukan disekolah belum terlalu memadai untuk bisa menghilangkan kejenuhan. Ya, pacaran lah salah satu wadahnya. Bodoh memang ketika diri ini memutuskan untuk mengenali yang bernama pacaran itu, karena setelah difikir ulang, tak ada untungnya ketika kita menjalaninya, malah kerugian yang menimpa. Karena harga diri seorang perempuan terletak disetiap sisi tubuhnya, jika salah satunya sudah diambil maka yang lainnya tidak berharga lagi, layaknya sebuah telur yangmana jika sudah retak maka ia tidak akan dibeli lagi oleh orang.
Hadir dan ikut berkontribusi dijalan dakwah ini, mengajarkan arti cinta yang sesungguhnya. Rasa cinta yang hadir hari ini sebenarnya milik siapa dan untuk siapa, wajar atau kah tidak. Disinilah aku menemukan penawar semua itu. Karena rasa cinta yang fitrah ini tidak bisa disalahkan kenapa ia hadir begitu saja. Kita adalah manusia, wajar ketika perasaan itu hadir silih berganti. Fatimah, Anak Rasulullah SAW saja memiliki rasa cinta kepada ali. Namun disinilah keunikannya, ia mencintai seseorang, tapi orang lain bahkan syaitanpun tidak mengetahui bahwa ia sedang jatuh cinta, ini disebabkan karena ia pandai menepis rasa cinta yang hadir ketika itu. Seharusnya begitu juga dengan kita, jika kita tidak bisa dengan cara instan, mari kita coba dengan cara perlahan. Berharap pada seorang yang kita cinta boleh, namun jangan berangan bersama Si dia. Cantumkan namanya disetiap lembaran do’a yang dipanjatkan “jika memang jodohku, maka dekatkan ya Allah, namun jika ia bukan jodohku izinkan hati ini berlabuh dihati orang yang engkau ridhoi”.
Banyak cara memang kenapa cinta itu bisa bersemi dan hadir kembali. Membuat para penikmatnya melayang, hingga kehilangan jalan pulang bagaimana menepis rasa cinta yang hadir. Kebanyakan dari kita hanyut dengan hal ini, namun tak sedikit juga dari kita bisa melewati ini. Mulai dari pertemuan yang intens dilembaga maupun dikuliah, sampai intensnya komunikasi yang tak layak kita konsumsi. Ya, banyak cara syaitan untuk bisa mendapatkan kawan.

Wallahu’alam

Aku dan jilbabku





Waktu itu pendidikan baru sampe kelas x atau tepatnya kelas 1 SMA semester 2. Organisasi keislaman yang dikenal ROHIS itu menarik minat ku untuk bisa bergabung disana. “Anak Rohis” itulah gelar yang diperoleh jika sudah bergabung disana, perhatian khusus tertuju kepada mereka yang menyandang gelar itu. Mulai dari sikap kesehariannya hingga prestasinya disekolah menjadi perhatian semua orang. Menjadi suatu kebanggaan memang, ketika semua anak rohis itu menjadi teladan bagi siswa/i lainnya. Tak dimungkiri semua anak rohis bisa dikategorikan sebagai siswa/i berprestasi, wallahu’alam tapi inilah kondisi ketika itu.
Organisasi islam ini ternyata tidak berlingkup disekolah saja, namun juga memiliki jangkauan kabupaten bahkan provinsi. Kalau di kabupaten dinamakan ASSALAM pesisir selatan (karena aku berasal dari pesisir selatan), dan jika di provinsi dinamakan ASSALAM sumatera barat. Sedangkan ASSALAM itu sendiri merupakan Associasi pelajar Islam yang bermottokan “Bersatu Menjalin Ukhwah”.
Kenal dengan ASSALAM merupakan suatu kebanggaan bagiku, karena selain hadirnya hidayah disini, teman2 juga semakin banyak saja.  Ya, hadirnya Hidayah.
Ketika itu Assalam sumatera Barat mengadakan Acara yang bernama RADAR 3 yang berpusat di padang. Acara yang belum pernah aku ikuti sebelumnya, aku tak tau mau ngapain disini. Nyampe ditempat acara, aku dihadapkan dengan Pandangan yang asing bagiku, karena yang hadir disana adalah para perempuan2 jeli, yang anggun dengan jilbab besarnya yang longgar dan menjuntai. Sejuk J , damai, indah, itu yang kurasakan ketika itu. “masyaa Allah, anggun sekali”, itulah kata-kata yang terlontar ketika aku menyaksikan mereka yang asyik dengan jilbab lebarnya. Ku mulai memandangi diriku, malu ketika yang kusaksikan pada diriku hanya sehelai kain yang transparan, pendek yang tidak cocok dibilang jilbab.
Rasa malu yang menggelayuti itu, mendorong aku untuk mengubah stylis ku selama acara itu berlangsung, ya awalnya hanya untuk 3 hari saja. Namun, setelah 3 hari berlalu, ternyata ia mampu mengubah mindset dan cara pandangku dalam berprinsip tentang jilbab, hingga tekadpun keluar. Tekad untuk memakai jilbab yang lebar dan menjuntai (red : syar’i).
Tak semudah membalikan telapak tangan untuk mengubah sebuah prinsip. Banyak tantangan yang mengiringi suatu prinsip yang sudah ditanamkan. Begitupun dengan prinsip jilbab yang kutanamkan. Banyak tantangan yang kuhadapi ketika jilbab ku disaksikan oleh masyarakat sekolah. Bukan dukungan teman2 yang kuterima ketika kembali lagi kesekolah, tapi cemooh teman2 yang menghujat dari setiap sisi. Aku hanya diam, dengan ilmu yang belum seberapa, aku tak berani menjawab segala hujatan yang dilemparkan teman2 kepadaku. Tapi, hal ini tak menyurutkan langkahku untuk bisa mempertahankan jilbab syar’i yang kukagumi itu. Aku tetap berfikiran positif”mungkin mereka belum tau”.
Tantangannya gak sampai disitu, bahkan dari sekian banyak majlis guru yang baik dan mendukung perubahanku, ternyata ada juga yang tidak senang. Ketidak senangannya ini diperlihatkan ketika beliau mengajar dikelas. Namun, dengan prestasi dimunculkan, alhamdulillah sedikit demi sedikit sikap beliau berubah menjadi lebih baik.
Hari demi hari semuanya berubah menjadi lebih baik, Alhamdulillah. Mulai dari guru yang mulai peduli sampai keteman2 yang mulai berbagi dan sharing tentang keagamaan-jadi tempat konsul niiii J -. Senang memang ketika Allah telah melihatkan keagungannya, janji Allah itu Pasti. Kebenaran itu pasti akan diterima, mesikpun ada tantangan yang musti dilalui terlebih dahulu.
Ketika diri sudah bertekad untuk berubah kearah yang lebih baik (red : hijrah), maka yang berubah itu tidak hanya style saja, namun semuanya musti dirubah, mulai dari sikap sampai pola pikir.  Disinilah aku kenal dengan mentoring, nama umumnya adalah tarbiyah. Tarbiyah dapat melatih dan mendidik pola pikirku untuk menjadi lebih baik lagi. Aku merasakan ada magnet ditarbiyah ini, aku sangat membutuhkannya, hari ini hingga nyawa tak dibadan lagi semoga tekad tetap berpadu dalam lingkar tarbiyah, aamiin..
Mungkin banyak yang bertanya “kok bisa segitunya dengan tarbiyah, mang tarbiyah itu gimna sih?”. Tarbiyah tidak ngapa2in kok, tarbiyah adem2 saja, namun ketika sudah masuk kesana, ada faktor X yang tidak diketahui kenapa kita betah disana. Kunci untuk mengetahui, masuk dulu-amati-pelari-rasakan-nikmati. Kebetahan ditarbiyah akan mengantarkan kita untuk betah dengan jilbab yang dikenakan.
Ketahuilah, sungguh banyak orang yang ingin berjilbab syar’i, tapi alasan “belum siap” mengalahkan  keinginannya, trus siapnya kapa?-pertanyaan besar.
Banyak orang yang sudah mulai berjilbab syar’i, namun luntur ketika merasa terasing dilingkungannya.
Banyak orang sudah berjilbab syar’i di luarsana, yang dalam mempertahankan jilbabnya penuh dengan tantangan dan rintangan. Jadi, jangan khawatir ketika engakau memiliki masalah tetntang jilbab. Kita disini (:berjilbab syar’i) tidak hanya sendiri, kita punya orang-orang yang luar biasa diman-dimana, jangan merasa sendiri ketika cobaan dalam mempertahankan jilbab menimpa diri.
Takut dengan hujatan “jilbabkan dulu hatimu, baru kepala mu”, aku mengatakan “gak usah takut,sampai kapan hati mau di jilbabkan?”-pertanyaan besar.
Takut dengan kata2 “jilbab besar, tapi tingkah bermasalah”, aku jawab “tidak apa, learning by doing, “. Bukan dengan menanggalkan jilbab kita bisa memperbaiki sikap dan tingkah kita, tapi dengan berjilbab kita bisa selalu mengintropeksi diri untuk bisa bersikap lebih baik lagi.
Setiap baja, agar bisa dibentuk, ia membutuhkan tekanan. Begitupun kita, jadikan tekana dan hujatan sebagai bekal diri untuk menjadi lebih tegar lagi. –untuk Agama Allah-.
wallahu’alam bishshawab


dik, kau terlihat begitu cantik :)

kegirangan dan kedekatanmu membawa kedamaian dalam ukhwah ini,
kau bertanya perihal kewajiban seorang muslimah,
kau bertanya perihal status menjalin hubungan yang belum halal,
kau bertanya perihal hubungan antar sesama,
kau mengagumi mereka yan berpakaian rapi,
anggun katamu...
semua yang kau ungkapkan membawa dirimu ke bangku yang bernama Hijrah

aku tak berharap besar atas perubahanmu,
aku hanya bisa berdo'a dalam diamku,
tapi..
aku sangat bangga..
akhirnya engkau menemukan siapa dirimu sebenarnya.

tubuhmu yang kau baluti dengan pakaian rapi dan jilbab yang menjulur ke menutupi dada membawa aurah yang begitu mempesona, aku yakini "setiap yang berjilbabmenutupi dada, akan terlihat anggun, meski yang jelek sekalipun dimata manusia.

istiqamahlah dinda,,
sesungguhnya kecantikan yang sebenarnya ada didalam hati mereka yang taat, didalam hati mereka yang beriman, yang menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.


ketahuilah dik,,,
setelah kau memutuskan untuk taat, sesungguhnya engkau memutuskan untuk bersedia menjalankan aturan main dari-Nya,
engkau akan mendapati situasi dan kondisi dimana posisi engkau sulit, mudah, senang, dan sedih. tapi itu fitrah dik,
masuk ke taman safari itu gak mudah dik,
ada alur yang musti kita ikuti,
berdesakan,
dan mungkin mahal bagi mereka yang sedikit keterbatasan harta,
kau tau dik?
itu karena didalam taman safari terdapat berbagai macam jenis tanaman dan makhluk lain yang menghiasi sehingga membuatnya menjadi begitu indah.

begitulah kira-kiranya Syurga yang didambakan semua orang,
alur menuju ke syurga musti kita ikuti,
kita musti berlomba-lomba berbuat kebaikan kepada sesama,
kita harus memiliki amal sebagai harta kita,
kita harus sabar dengan ocehan negatif orang lain terhadap perubahan kita kearah lebih baik,
itulah yang musti kita lewati dik,

orang-orang yang bisa bertahan dengan semua itulah yang akan melaju menuju Syurga,
itulah orang-orang pilihan dik,

maka,
jadilah orang pilihan itu,
orang yang melakukan kebaikan namun dipandang aneh oleh orang lain.

wallahu'alam
semoga kita dikumpulkan bersama orang-orang shaleh disyurga-Nya