Selasa, 15 Maret 2016

Pa....
gadis kecilmu kini sudah dewasa .... :('

belum banyak yang bisa aku berikan padamu, hingga hari ini, hari dimana orang tak memanggilku sebagai anak kecil lagi,
yang bisa aku berikan hanya  tangisan kekhawatiran akan kondisiku,

pa... engkau itu Masyaa Allah,
sosok makhluk yang cuek, tapi sebenarnya engkau peduli
dibalik kekuatanmu, sebenarnya engkau lemah,
dibalik tawa, canda dan senyummu, sesungguhnya hatimu sedang merintis,
kau tak sering menanyakan kabarku, tapi engkau selalu mencemaskanku,

mungkin itulah fitrahnya seorang ayah,
lemah namun ingin telihat kuat didepan anak2 nya,
agar anak2nya tidak ikutan lemah seperti ayahnya...

masyaa Allah..
jika hatimu terbuat dari mineral, mineral jenis apa yang telah menyusunnya?
jika hatimu terbuat dari batuan, apa kandungan dalam batuan itu?
jika hatimu berbentuk kubik, berapa luas bidang nya?
beritahulah padaku, agar aku bisa menyerupai dirimu...

pa,
ajari aku berhati mutiara, berkebalkan intan,
ajari aku berhati tembaga, bersejukan salju.
turunkan kepada ku ilmu tentang semua itu..

terima kasih pa...
biar Allah yang membalas segala jasa dan pengorbanan mu,
sejatinya, jika aku yang membalasnya..
sungguh itu tak akan pernah terbalaskan,
meskipun bumi menjadi emas.


aku ingin kau halal untuk ku-cintai

mendung siang ini mewakili perasaan yang tak karuan,
kamu jauh, akupun jauh
tak ada rasa memang, sebelumnya yang kita jalin,
tapi karena cinta-Nya, akhirnya aku mencintaimu,
tapi memang sebatas dalaam diam,

tak ada ungkapan kata2 mesra,
tak ada perhatian yang berlebih,
tak ada pertemuan yang kita impikan,
karena memang kita belum pantas melakukan semua itu,

aku tak tau,
kenapa tiba2 aku merindukanmu dikala kau pergi baru sehari,
ketika kau mengabariku kalau kau akan pergi,
serasa petir disiang hari menyambar, dan awan hitam langsung berarak,
serasa gak kuat buat jauh darimu,
segera halalkan saja diriku,
agar perasaanku bisa menjadi pahala ketika mengkhawatirkan dirimu,
agar setiap rindu2 ku menjadi baktiku untukmu,
agar dirimu bisa kucintai seutuhnya,,



Selasa, 02 Februari 2016

Aku Ingin Menikah Dengan Lelaki, Yang Jika Bersamanya Allah Dan Surga Terasa Lebih Dekat

Impian dari semua wanita adalah dipertemukan dengan sosok lelaki yang dapat menyempurnakan setengah dari agamanya. Menjadi pemimpin dan pembimbing dalam kehidupan setelah memiliki ikatan yang sah. Sosok yang dapat memposisikan diri sebagai suami, ayah, dan teman di saat apa pun.

Aku ingin menikah dengan lelaki, yang jika bersamanya Allah dan surga terasa lebih dekat. Lelaki yang bisa menjadi imam ketika sholat dan bermunajat kepada Allah. lelaki yang bisa memimpin keluarga dengan sebaik-baiknya seorang pemimpin.

Bersama mu buat aku semakin mencintai-Nya, tanpa melupakan kewajiban ku untuk selalu menjadi pendampingmu. Bersama mu buat rumah kecil kita seperti istana yang penuh dengan kebahagiaan dengan rasa syukur. Bersama mu mari kita melangkah menuju surga bersama manisnya iman dalam balutan ihsan.

Siapkan lah dirimu seperti aku mempersiapakan diri dalam kesendirian. Menanti dengan penuh keyakinan kalau kau akan datang ke rumah, bertemu denan kedua orang tuaku. Dan kau pun memperkenalan keluargamu kepada ku, ibu mu yang akan menjadi ibuku juga dan ayahmu yang akan menjadi ayahku juga.

Bersatunya kita bukan hanya sekedar menjalin ikatan dua orang manusia, tapi dua keluarga yang dulu terikat karena iman. Sekarang menjadi satu kesatuan karena ikatan kita berdua. Dan yakinlah suatu ikatan ini akan saling menguatkan satu sama lain, tidak akan ada perpecahan selam masih ada cinta di antara kita.

Datanglah segera, dan jangan terlau berifikir terlalu rumit tentang diriku. Aku hanya seorang wanita biasa yang memiliki banyak kekurangan dan berharap dirimu lah seseorang yang akan melengkapinya. Aku hanya seorang wanita yang kadang rindu dan penuh tanya, siapakah seseorang yang dengan berani menggantikan tugas ayahku. Dan aku hanya seorang wanita, yang memiliki hati selembut ibumu.

Pergilah, Karena Aku Mulai Mencintaimu

Entah darimana rasa itu datang, kapan menghampiri dan tidak mau pergi. Tiba-tiba ada rasa yang datang dari komunikasi yang biasa, dari pembicaraan yang sederhana. Mulanya kita hanya saing memandang, terpaku sebenatar tanpa mengeluarkan kata, menundukan pandangan dan berlalu. Tapi aku kaget saat menerima pesan pertama dari mu, senang bercampur malu. Dan dari sanalah percakapan kita berawal.

Mulai menanyakan hal-hal yang sederhana sampai bercerita tentang keseharian yang menyenangkan. Kadang ada cerita duka yang aku bagi dengan mu, dan kau setia mendengarkannya. Kadang ada rasa kesal yang aku luapkan pada mu, tapi kau hanya tersenyum dan mencoba menghibur ku dengan candaan-candaan kecil.

Pernah sekali aku menangis saat menghubungi mu, tapi kau masih sabar mendengarkan segala keluh kesah ku. Dan aku baru tau kalau malam itu kamu harus belajar untuk ujian besok, tapi dengan tenangnya kamu menenangkan ku dan menghiburku dengancara yang unik.

Tapi rasa ini mulai tidak wajar, kenapa saat mendengar nama mu diriku selau tersenyum dan jantungku berdebar kencang. selalu ingin mengetahui apa yang sedangkau kerjakan di dunia nyata dan kau bagikan di dunia maya. Waktuku menjadi sepi jika tidak ada kabar dari mu, dan etah kenapa diriku mulai nyaman dengan kehadirian diri mu..

Pergi lah, ku mohon. Rasa ini datang pada saat yang belum tepat. Aku takut kita akan saling menyakiti, karena terjalin dalam hubungan yang tidak halal. Bukan cinta yang akan bersemi, tapi nafsu yang berbalut keindahan dunia. Menggoda kita dengan kesenangan dan melupakan kewajiab-kewajiab kita. Aku tidak mau mengganggu mu dan menggoyahkan imanmu. Sedikit pun aku tidak mau menjadi jalan syetan untuk menjerumuskan dirimu ke api neraka.

Jika saatnya telah tiba dan kita ditakdirkan bersama. Disitu kita akan merasa yakin jika doa itu nyata dan cinta sejati akan membawamu ke surga. Biarlah hati ini merasa sakit untuk sebentar, dan menyibukan diri dengan tugas-tugas yang ada. Karena hadir mu di saat yang tepat akan menjadikan penantian menjadi suatu saat yang dirindukan. Aku tidak akan pergi, jika kau sudah siap segera temui ayah ku..

Jika kami berjodoh, pisahkan kami Ya Allah, dan Pertemukan kembali pada saat kami benar-benar siap

Saat virus merah jambu sudah menginfeksi hati, ia akan memberikan halusinasi kepada otak akan indahnya masa depan dan hangatnya masa kini. Tanpa kita sadari, iman yang sejak lama kita tanam akan layu dan enggan tumbuh. Ia akan terganti dengan seseorang yang akan terus menjadi bayang-bayang dalam hari, dan kadang membuat kita tersenyum sendiri. kita tidak sedang gila, hanya saja kita sedang tergila-gila pada anak manusia.

Jika kami berjodoh, pisahkan kami Ya Allah, dan Pertemukan kembali pada saat kami benar-benar siap. Saat cinta yang kami miliki dipersatukan dengan kuasa takdirmu. Saat orang tua, saudara, dan kerabat datang untuk memberi Doa. Bukan sebuah dosa yang terus menumpuk dan berselimut janji-janji manis yang entah kapan akan terwujud.

Tak apa kita hidup dalam rindu dan saling merindukan dalam doa-doa. Tak apa kita tidak pernah saling bertatap sebelumnya, tapi akan saling memandang dan bergandengan tangan sampai surga. Tak apa aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya, tapi aku yakinkan nanti kau akan mengenalku sebagai ibu dari anak-anakmu. :D

Kita dipisahkan karena waktu belum mengizinkan untuk bertemu. Kita dipisahkan untuk saling mempersiapkan diri dan mengejar mimpi masing-masing sebelum mimpi kita di satukan dalam satu atap yang sama. Kita dipisahkan dalam cinta-Nya, yang terlebih dahulu kita dapatkan sebelum mendapatkan cinta makhluknya Ia abadikan.

Tapi setelah dipertemukan, kau jangan kaget. Kalau nantinya aku adalah teman mainmu sewaktu kecil. Kalau nantinya aku teman waktu menuntut ilmu bersama atau dalam organisasi yang sama. Atau nantinya kita adalah dua orang anak manusia yang tidak tahu apa-apa, dan dipertemukan oleh kedua orangtua kita dalam takdirnya.


Karena jodoh adalah rahasia terbesar dalam kehidupan dan pasti akan dipertemukan dalam sekenarionya yang maha sempurna. Hilangkan keraguan dalam hati seperti malam yang tidak percaya akan datangnya pagi. Aku akan datang di waktu yang tepat dengan izin-Nya dengan membawa rindu yang sangat besar. Untuk mu..

Senin, 25 Januari 2016

PERTEMPURAN ITU BARU DIMULAI, JIWA




Hati adalah tempat khilaf dan salah, sifatnya selalu berbolak balik, terkadang bisa berfikir jernih, dan terkadang malah sebaliknya, bisa berfikir diluar batasan kewajaran.
Terkadang bisa menepis rasa yang ada, dan terkadang hati membiarkan rasa itu mengalir begitu saja. Begitulah kalau rasa berkecamuk dalam hati dan berperang dengan komitmen yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya. Sifat perempuan memang tidak bisa ditebak, terkadang baper namun terkadang ia cukup dewasa. Apalagi untuk menanggapi persoalan atas nama perasaan dan cinta.
Hadirnya rasa cinta tak dimungkiri juga, sebab rasa cinta adalah fitrah. Namun salah kita sebagai manusia, yang sering menelantarkan cinta, dan tidak meletakkan pada tempatnya.
Belajar melawan perasaan. Ya, itulah salah satu bagaimana agar rasa cinta itu bisa terletakkan pada tempatnya. Sayang sekali rasanya, ketika hati sudah dijaga sekian lama, namun tergores karena kemilau yang sedikit. Peperangan kembali dimulai, setelah beberapa tahun yang lalu peperangan itu terjadi. Peperangan perasaan ke 2,ya tepatnya seperti itu, layaknya peperangan dunia ke 2 terjadi.
Mari kita saksikan, dimanakah peperangan perasaan ini akan berakhir? Berakhir dengan berlabuh di perasaan lain, ataukah berakhir di perasaan yang memancing peperangan ini terjadi.
Semoga saja berlabuh pada darmaga yang memancing peperangan ini terjadi, amiin,,,

positif thinking

katanya, galau itu sebagian dari futur,
katanya,galau itu lebih banyak buruknya ketimang yang baiknya,
dan katanya, galau itu membuat sikonsumen untuk tidak bersemangat lagi,

tapi, ternyata,
ada beberapa orang yang melabuhkan kegalauan nya pada sebuah tulisan,
tulisan yang menjadikan orang orang termotivasi untuk bangkit, menjadi lebih baik lagi,

inilah kegalauan yang positif,
ternyata benar, "tak ada ciptaan Allah itu yang sia sia", sampai rasa pun takan ada yang sia sia, hanya kitalah yang membuat suasana yang perasaan itu menjadi sia sia, dan tak bermanfaat. jika kita pandai maka kita akan membuktikan sendiri firman Allah yang mungkin sayup sayup sampai kita dengar selama ini,
"maka, nikmat tuhanmu manakah yang engkau dustakan?"



Hai kamu, atas banyak rindu
semoga kita sama-sama sanggupberdamai dengan waktu. Izinkan takdir dan semesta bekerja baik atas pertemuan kita. Jangan mengutuk apapun, terlebih atas jarak dan semesta yang enggan mempercepat takdir kita ~FPL, 2016~

Biarlah untuk sementara rindu kita tersimpan didalam do’a. Sampai jarak, waktu dan rindu akan mengaku kalah dengan kesabaran kita ~FPL, 2016~

Aku sedang belajar mencintai yang mendewasakan didalam do’a, bukan janji dan kata-kata ~FPL, 2016~

Aku juga ingin yang terbaik, maka izinkan aku menyendiri untuk menjaga hati yang selalu berbolak balik, agar aku memperoleh yang terbaik ~ichis, 2016~

Aku akan selalu menghadiahkan kita dengan do’a. Sebab, aku percaya, suatu hari nanti inilah yang akan mengantarkan kita pada tujuan yang sama ~FPL,2016~

Haruskah banyak kata yang diucapkan ketika cinta itu datang? Ataukah perlu mengumbar dengan suara lantang? Bagiku , TIDAK!, cukup cintai ia dalam diam ~sismiyanti, 2016~