Senin, 12 Januari 2015

akhirnya(wisuda juga)... :)



Tentang topi hitam yang sudah memberikan aba-aba

Topi keramat yang diincar-incar mahasiswa

entah apa pelet yang diberikannya, hingga setiap mahasiswa mewajibkan diri untuk mendapatkannya
dia hanya berbentuk persegi
yang umurnya mungkin sudah berabad-abad
sudah ratusan bahkan ribuan kepala yang bergonta ganti memakainya

topi segilima yang dihiasi tali kuning yang menjuntai

ntah apa artinya
dia merebut perhatian setiap mahasiswa
sampai-sampai sang mahasiswa lupa dengan badannya
yang tak disadarinya, ternyata berat badannya turun sampai 10 kg
Tentang topi hitam, segilima
yang setiap mahasiswa tergila-gila padanya
membuat dunia gencar akan namanya
membuat musibah ketika keberadaannya belum ditemukan, namun ditanya-tanya
membuat manusia hilang konsentrasi dikala yang lain sudah memperolehnya

tak perlu beradu argumen untuk nya
kita jalani saja
bagaimana pada akhirnya kita bisa meletakkannya dikepala kita masing-masing
Ya,,,
dengan usaha kita hari ini
dengan keyakinan akan pertolongan-Nya
topi tua itu akan kita kenakan
In syaa Allah!!!
AllahuAkbar!!!

Kamis, 01 Januari 2015

edisi ibu

Untukmu...makhluk yang dipanggil IBU

            Ma, malam ini sungguh indah, katanya ada bintang yang tersenyum menyambut malam yang kan menjelang menuju hari esok yang special buat mu, sosok makhluk yang akrab ku panggil IBU. Kurasakan sejuk sapaan bintang dimalam ini ma, kuteringat akan engkau, senyuman mu yang tiada henti, dari pagi hingga pagi lagi, aku selalu menemui senyuman merona dibibir indah mu, ketika aku masih berada disisimu. Namun, malam ini hanya perasaanku saja yang mencoba melayang menjemput rasa yang pernah engkau berikan kepada ku itu. Ternyata rasa itu tidak ku temukan ma, betapa sedih hati ini ma, indahnya malam yang dihiasi bintang-bintang tak dapat menggantikan rindu yang kian membara, lembutnya rembulan tidak dapat menggantikan kerinduan akan kelembutan yang selalu engkau tuangkan.
            Ma, tidak ada yang bisa menggantikan dirimu di mahligai hati ini. I LOVE YOU MA... sebuah kalimat yang tidak akan pernah berujung itu terungkap dengan keras dimalam ini, bukan sebuah paksaan, namun sebuah teriakan untuk melepaskan kerinduan yang entah kapan akan cair.
Bukan hari ini yang mengingatkan aku akan dirimu-sosok seorang ibu-, bukan hari ini yang mengingatkan ku akan arti perjuanganmu, bukan hari ini yang membangunkanku akan besarnya cintamu untuk ku, bukan hari ini ma yang membuat air mataku jatuh karena tak tahan lagi menampung rasa rindu ini,,, tapiii... sosok engkaulah yang slalu mengingatkan agar hari-hariku bisa membalas semua perjuangan, pengorbanan, cinta mu untuk ku, hingga terukirlah namamu disetiap lantunan do’a-do’a yang kupanjatkan kepada Allah tuhanku.
Ma, aku gak mau hanya 1 hari special untukmu, tapi aku mau setiap hari yang ku lewati adalah hari-hari special yang ku persembahkan untukmu. Meskipun demikian, aku ingin ungkapan CINTA yang satu ini menjadi butir sejarah tertulis bahwasanya aku bangga memiliki seorang ibu yang luar biasa bagiku, kakak-kakak ku, dan juga papaku...ibu yang bisa mendidik, mengayomi, dan memberikan teladan, berhati bidadari, bersikap lembut, semuanya ada pada dirimu. Segudang emas tak cukup untuk membalas satu pengorbananmu, jangankan semuanya, satupun gak cukup. Engkaulah makhluk istimewa yang slalu dikirimkan Allah untuk hambanya agar rasa cinta pencipta itu dapat dirasakan melalui untaian cintamu yang engkau kembangkan di sayap-sayap keluarga kecil yang islami.
Terima kasih atas cinta yang telah engkau berikan kepada kami ma, jika bukan karena cintamu, entah apa jadinya aku, entah kemana papa ku, entah siapa kakak ku...

Padang, 21 desember 2013
Love you so much mom,,,
SISRI WAHYU NENGSI

Rindu Dikala Sendiri



Belum sampai 3 minggu diri ini berpisah dengan saudara-saudara seperjuangan di kampus, rasa rindu ini sudah mulai meluap. Ingin rasanya kembali melakukan aktivitas rutin sebagai aktifitas dakwah dikampus tercinta. Mandi sebelum subuh, shalat, tilawah, rohis, rapat, kuliah, forum gabungan, ifthar, baru kembali lagi kewisma, begitu skema nya,  Setumpuk aktifitas yang terkadang melenakan diri ini terhadap keluarga yang sesungguhnya, namun saudara kembali mengingatkan akan arti sebuah kata dakwah, dakwah yang memiliki ladang yang tidak segelintir saja, namun memiliki ladang yang sangat luas, tidak dikampus saja, namun keluarga yang sesungguhnya adalah ladang dakwah. Alangkah bahagianya jika sebuah keluarga tersentuh oleh tangan dakwah yang dibawakan oleh sang anaknya tercinta.
Namun, kesendirian dan kejama’ahan dalam berdakwah akan mempengaruhi semangat dalam melakukan dakwah tersebut. Ya, ketika diri ini kembali sendiri di ladang dakwah keluarga, rasa rindu berjama’ah itu menggalayuti  fikiran ini, berharap agar situasi ini tidak berlangsung lama, namun cepatlah belalu.
Ini baru liburan, gimana kalau setelah wisuda nanti??? Tidak akan ada lagi sms ,”antum lagi dimana? Rapat sudah mau mulai?”, “lagi dimana akhwat? Mohon langkahnya dipercepat ya...”, “afwan, ana izin telat”, “afwan, ana izin ada agenda wajib”,blablablablablablabla....dan seterusnya,,,  trus apa selanjutnya yang akan dihadapi ba’da kuliah nanti?? Entahlah, entah dengan siapa kita akan ditemukan setelah kebersamaan bersama teman-teman aktivis dikampus telah usai. Wallahu’alam... aku akan selalu merindukan dirimu wahai ukhti, ketahuilah bahwasanya aku mencintai kalian karena Allah.
Bukan lebay ataukah alay, tapi ini ungkapan cinta yang terpendam. Benci, iri yang terukir ketika kita bersama adalah ungkapan dan ekspresi cinta yang tak tersampaikan, ungkapan yang menyatakan bahwa engkau adalah saudara ku. Lihatlah ukhti, kakak kakak kita dirumah, tidakkah ada pertikaian antara kita, nah, seperti itulah kau dan aku.
Ukhti ma’af jika tingkahku selama ini menyakitkanmu..
Aku akan terus belajar memperbaiki diri ini agar tidak mengandung hati yang busuk..
Terimakasih atas pelajaran kehidupan yang telah engkau berikan kepadaku...
Senang jiwa ini dikala aku mengenali dirimu ukhti...
Ana uhibbukifillah ukhti... J