Bismillahirrahmanirrahiim
Dear ukhti sholehah,
Para perindu syurga
Ukhti,
Setahun sudah perjalanan dakwah ini
telah kita lalui bersama, banyak tantangan, rintangan dan cobaan yang kita
hadapi. Baik itu internal kita maupun eksternal kita. Mulai dari pembicaraan
miring orang luarsana tentang kita hingga berimbas kepada lembaga yang kita
jamai ketika itu. Lembaga yang sudah Allah pilihkan untuk kita, agar kita bisa
dipertemukan dalam dekapan ukhwa. Dalam dekapan ukhwah inilah kita mengambil
cinta-Nya lalu kita tebarkan kebumi, yang memberikan makna indah akan arti
kebersamaan, yang memberikan arti tentang kedekatan yang sering kita dengar
dengan ukhwah.
Hanya sepercik rangkaian kata-kata
yang tidak begitu indah sebagai kado terakhir untuk saudari seperjuangan, yang
berisikan ungkapan cinta bahwa disini kita pernah mencinta dalam balutan ukhwah
nan indah. Ukhwah yang bernaung atas kehendak-Nya. Rabithahpun selalu ku aalun,
disetiap saat, disetiap waktu yang mengiringi perjumpaanku dengan-Nya.
Ukhti, meskipun kita masi hidup
hari ini dan tak tau entah sampai kapan kita akan berjumpa, maka jagalah bunga
ukhwah berkelopak iman ini, warnailah dengan keistiqamahan dijalan-Nya. Semoga kita
disatukan dijannah-Nya, bersama mekaran Bunga ukhwah yang kita bina dan kita
jaga.
Untuk para “pejuang syurga” yang
ketika meninggalnya digelari “Syuhada”, semangat adalah pedangmu, teriakanmu
adalah anak panah mu, ketika semuanya tak kautemukan lagi, kau tidak akan
memandangnya sebagai sebuah kegagalan, tapi kau akan tersenyum J karena memandang ini adalah cara
Allah untuk mengantarkan kita kepada sukses yang beribu-ribu.
Ukhti,
Diri ini penuh dengan noda-noda
yang tak terlihat, ma’afkanlah diri ini, karena tanpa keikhlasan darimu, ukhwah
yang kita ikat takkan berbuah apa-apa. Semoga dengan ketulan mu bisa
mengantarkan perjumpaan kita diSyurga-Nya kelak.
Unand, 25 desember 2014
Salam cinta seperjuangan
@ichis_ulya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar