Rabu, 24 Desember 2014

edisi ukhwah 2



Bismillahirrahmanirrahiim
Dear ukhti sholehah,
Para perindu syurga
Ukhti,
Setahun sudah perjalanan dakwah ini telah kita lalui bersama, banyak tantangan, rintangan dan cobaan yang kita hadapi. Baik itu internal kita maupun eksternal kita. Mulai dari pembicaraan miring orang luarsana tentang kita hingga berimbas kepada lembaga yang kita jamai ketika itu. Lembaga yang sudah Allah pilihkan untuk kita, agar kita bisa dipertemukan dalam dekapan ukhwa. Dalam dekapan ukhwah inilah kita mengambil cinta-Nya lalu kita tebarkan kebumi, yang memberikan makna indah akan arti kebersamaan, yang memberikan arti tentang kedekatan yang sering kita dengar dengan ukhwah.
Hanya sepercik rangkaian kata-kata yang tidak begitu indah sebagai kado terakhir untuk saudari seperjuangan, yang berisikan ungkapan cinta bahwa disini kita pernah mencinta dalam balutan ukhwah nan indah. Ukhwah yang bernaung atas kehendak-Nya. Rabithahpun selalu ku aalun, disetiap saat, disetiap waktu yang mengiringi perjumpaanku dengan-Nya.
Ukhti, meskipun kita masi hidup hari ini dan tak tau entah sampai kapan kita akan berjumpa, maka jagalah bunga ukhwah berkelopak iman ini, warnailah dengan keistiqamahan dijalan-Nya. Semoga kita disatukan dijannah-Nya, bersama mekaran Bunga ukhwah yang kita bina dan kita jaga.
Untuk para “pejuang syurga” yang ketika meninggalnya digelari “Syuhada”, semangat adalah pedangmu, teriakanmu adalah anak panah mu, ketika semuanya tak kautemukan lagi, kau tidak akan memandangnya sebagai sebuah kegagalan, tapi kau akan tersenyum J karena memandang ini adalah cara Allah untuk mengantarkan kita kepada sukses yang beribu-ribu.
Ukhti,
Diri ini penuh dengan noda-noda yang tak terlihat, ma’afkanlah diri ini, karena tanpa keikhlasan darimu, ukhwah yang kita ikat takkan berbuah apa-apa. Semoga dengan ketulan mu bisa mengantarkan perjumpaan kita diSyurga-Nya kelak.
Unand, 25 desember 2014
Salam cinta seperjuangan
@ichis_ulya


Tidak ada komentar: