Malam
begitu larut, tak seorangpun yang bisa menghentikan isak tangis gadis kecil
itu, gadis yang umurnya belum nyampe sebutir jagung. Ternyata ia habis dihina
mati-matian oleh seorang remaja centil yang bernama Sara. Amina nama gadis itu,
nama yang begitu indah, seindah hati nya. Ia terlahir dari keluarga yang sangat
sederhana, namun kecerdasannya dapat mengangkat derajat kedua orangtua nya. Ia
memiliki cita-cita yang sangat tinggi, bak setinggi mentari di ufuk barat.
Semua cita-cita dan keinginan yang terbatik di hatinya baru berani ia simpan
didalam buku kecil yang telah usang, yang tak tahu ntah kapan ia membeli
bukunya itu.
Namun,
suatu ketika buku kecil ini tercecer, yang kemudian ditemukan oleh si centil
sara, sara pun membacanya dengan wajah sinis sara melempar buku itu “apa apaan ini! Gadis
miskin kok bermimpi tinggi-tinggi sich?? Gak banget dech!!!!”. Celotehan sara
menggelegar, seketika amina datang dan terkejut, dengan air mata ia mengambil
buku kecil itu. Kemudian lari tanpa kata-kata……
Pagi
itu sara melangkah kesekolah yang menanti dengan penuh harapan, cita, cinta,
dan suka. Awalnya sarah agak ilfeel karena kejadian kemaren siang, namun ada
seorang yang menjadi motivasi nya selama ini, yaitu sang ibunda,, ibulah yang
menjadi dorongannya untuk bisa menjadi cerdas dan dikenal banyak orang dengan
kepintarannya. Ia terus melangkah, hingga nyampe di sekolah.
Ia
tahu semua ini adalah cobaan dari sang maha agung, semuanya terjadi karena
kehendaknya, waktu open recruitment organisasi keislaman di sekolah pun telah
di buka,,,,, amina langsung tertarik, ia mendaftar dengan segera, teman-teman
yang lain pun juga banyak yang mendaftar, tapi sara tak menampakkan batang hidung nya disini. Sara
memang orang nya keras, mungkin karena kurang perhatian dari orang tuanya yang
sibuk tiap hari kerja mengurus perusahaannya.
Suatu
ketika sara menghampiri amina sekembali dari sekolah ditengah jalan,,”eh,,,,
soal buku lho yang kamaren,, ganti donk, dah usang tu ,,, dan gue ingatin ya
ama lho,,, jangan bermimpi tinggi-tinggi dech,,, lho nyadar gak sich, lho itu
siapa?????? Lho itu hanya seorang anak dari seorang pembantu ya,,,, dan lho
sekolah disini tu, karena beasiswa, jadi lho jangan sok dech”. “sara!!!!!!!,
terdengar suara yang memanggil nya dari belakang,, ternyata ibunya sara, yang
telah lama memperhatikan gerak gerik sara yang selama ini sangat banyak
menyakiti hati orang lain, tak hitung orangnya, dan juga tak hitung berapa kalinya.
Sara pun diajak pulang dan nyampe dirumah sara di
nasehati oleh orang tuanya. Sara pun tertunduk malu, dengan berbagai macam
perasaan bersalah yang telah menggerogot di sanubarinya..
Namun seketika, sara tersentak “ ini semua salah mama!!”
tegas sara, “mama gak sayang sama sara, mama gak peduli sama sara, mama hanya
memperhatikan perusahaan, perusahaan, dan perusahaan mama. Sara benci sama
mama” lanjut sara sambil menangis. Ia pun lari ke dalam kamarnya. Mama sara pun
berfikir panjang, mengapa anak nya bisa berbuat seperti itu, dan dari kata-kata
sara tadi, beliau berusaha mengoreksi diri, apa kesalahan yang telah ia perbuat
sebagai orang tua bagi anak semata wayangnya..
Keesokan harinya, mentari pagipun melihatkan wajah cerianya
kepada keluarga kecil yang sedikit tidak harmonis itu, mama sara meluangkan
waktunya untuk sara pada hari itu, beliau berusaha membujuk sara yang masi berdiam diri didalam kamarnya, ”sara,
ma’afin mama ya nak, selama ini mama kurang perhatian sama sara, kurang peduli
sama sarah, dan kurang memanjain sara, hari ini mama janji, mama akan merubah
semuanya,mama akan peduli pada sara,
akan merhatikan sara, dan sayang sama sara,, sara maukan ma’afin mama??” bujuk
sang mama. Sara pun tersenyum lebar, dan berkata “ benar ma? Mama janji sama
sara?”. “ya nak, mama janji” jawaban mama sambil menangis karena terharu.
Sejak saat itu, sara yang dahulunya kasar dan dikenal dengan
kurang etika dilingkungan sekolah dan sekitarnya, sekarang berubah menjadi sara
yang peduli dengan orang lain, ia lembut, dan ringan tangan, serta gak jahil
lagi pada amina seperti layaknya yang sudah berlalu.
Sekarang sara dekat dengan amina, dimana ada amina disana ada
sara, sekarang mereka tidak bisa dipisahkan lagi, layaknya permen karet yang
sekali lengket tetap lengket. Teman-teman sarapun bingung dengan keadaan dan
tingkah sara yang seperti itu, “ eh….lho kenapa sar? Kok makin lengket aja
dengan anak gembel itu??” tanya salah seorang teman sara. ”ops,,, sorry ya, dia
itu bukan gembel, dia itu teman gue!! Lho pade semua paham????” jawab sara
sambil melotot..”iiisss,,,, aneh lah kamu ni sara”,”biarin,,,, masalah buat lho
pada???” celoteh sara sambil angkat kaki dari hadapan mereka.
Waktu berlalu kian
cepat, sara dan amina telah merancang impian mereka secara bersamaan, mereka
saling memberikan dorongan dan motivasi satu sama lain. Mereka telah merancang
kemana mereka akan pergi setelah masa di SMA usai. Waktupun berjalan dan terus
berjalan dan tak terasa sara dan amina telah sampai di puncak impiannya
masing-masing, mereka sukses berjama’ah, meskipun profesi mereka berbeda.
“Bermimpi adalah suatu kewajiban bagi orang yang mau mencapai
kesuksesan, tapi harus diiringi dengan usaha, karena jika tidak, mimpi akan
hanya tinggal mimpi saja, dan jangan menyerah meskipun beribu badai dan
gelombang yang menerpa dan menerjang, bahkan badai dan gelombang itu adalah
badai dan gelombang kesuksesan”.
Selamat bermimpi !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar