Senin, 22 September 2014

Mimpi itu GRATIS LHOO

Malam begitu larut, tak seorangpun yang bisa menghentikan isak tangis gadis kecil itu, gadis yang umurnya belum nyampe sebutir jagung. Ternyata ia habis dihina mati-matian oleh seorang remaja centil yang bernama Sara. Amina nama gadis itu, nama yang begitu indah, seindah hati nya. Ia terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, namun kecerdasannya dapat mengangkat derajat kedua orangtua nya. Ia memiliki cita-cita yang sangat tinggi, bak setinggi mentari di ufuk barat. Semua cita-cita dan keinginan yang terbatik di hatinya baru berani ia simpan didalam buku kecil yang telah usang, yang tak tahu ntah kapan ia membeli bukunya itu.
Namun, suatu ketika buku kecil ini tercecer, yang kemudian ditemukan oleh si centil sara, sara pun membacanya dengan wajah sinis  sara melempar buku itu “apa apaan ini! Gadis miskin kok bermimpi tinggi-tinggi sich?? Gak banget dech!!!!”. Celotehan sara menggelegar, seketika amina datang dan terkejut, dengan air mata ia mengambil buku kecil itu. Kemudian lari tanpa kata-kata……
Pagi itu sara melangkah kesekolah yang menanti dengan penuh harapan, cita, cinta, dan suka. Awalnya sarah agak ilfeel karena kejadian kemaren siang, namun ada seorang yang menjadi motivasi nya selama ini, yaitu sang ibunda,, ibulah yang menjadi dorongannya untuk bisa menjadi cerdas dan dikenal banyak orang dengan kepintarannya. Ia terus melangkah, hingga nyampe di sekolah.
Ia tahu semua ini adalah cobaan dari sang maha agung, semuanya terjadi karena kehendaknya, waktu open recruitment organisasi keislaman di sekolah pun telah di buka,,,,, amina langsung tertarik, ia mendaftar dengan segera, teman-teman yang lain pun juga banyak yang mendaftar, tapi sara tak  menampakkan batang hidung nya disini. Sara memang orang nya keras, mungkin karena kurang perhatian dari orang tuanya yang sibuk tiap hari kerja mengurus perusahaannya.
Suatu ketika sara menghampiri amina sekembali dari sekolah ditengah jalan,,”eh,,,, soal buku lho yang kamaren,, ganti donk, dah usang tu ,,, dan gue ingatin ya ama lho,,, jangan bermimpi tinggi-tinggi dech,,, lho nyadar gak sich, lho itu siapa?????? Lho itu hanya seorang anak dari seorang pembantu ya,,,, dan lho sekolah disini tu, karena beasiswa, jadi lho jangan sok dech”. “sara!!!!!!!, terdengar suara yang memanggil nya dari belakang,, ternyata ibunya sara, yang telah lama memperhatikan gerak gerik sara yang selama ini sangat banyak menyakiti hati orang lain, tak hitung orangnya, dan juga tak hitung berapa kalinya. Sara pun diajak pulang dan nyampe dirumah sara di nasehati oleh orang tuanya. Sara pun tertunduk malu, dengan berbagai macam perasaan bersalah yang telah menggerogot di sanubarinya..
Namun seketika, sara tersentak “ ini semua salah mama!!” tegas sara, “mama gak sayang sama sara, mama gak peduli sama sara, mama hanya memperhatikan perusahaan, perusahaan, dan perusahaan mama. Sara benci sama mama” lanjut sara sambil menangis. Ia pun lari ke dalam kamarnya. Mama sara pun berfikir panjang, mengapa anak nya bisa berbuat seperti itu, dan dari kata-kata sara tadi, beliau berusaha mengoreksi diri, apa kesalahan yang telah ia perbuat sebagai orang tua bagi anak semata wayangnya..
Keesokan harinya, mentari pagipun melihatkan wajah cerianya kepada keluarga kecil yang sedikit tidak harmonis itu, mama sara meluangkan waktunya untuk sara pada hari itu, beliau berusaha membujuk sara  yang masi berdiam diri didalam kamarnya, ”sara, ma’afin mama ya nak, selama ini mama kurang perhatian sama sara, kurang peduli sama sarah, dan kurang memanjain sara, hari ini mama janji, mama akan merubah semuanya,mama akan peduli pada  sara, akan merhatikan sara, dan sayang sama sara,, sara maukan ma’afin mama??” bujuk sang mama. Sara pun tersenyum lebar, dan berkata “ benar ma? Mama janji sama sara?”. “ya nak, mama janji” jawaban mama sambil menangis karena terharu.
Sejak saat itu, sara yang dahulunya kasar dan dikenal dengan kurang etika dilingkungan sekolah dan sekitarnya, sekarang berubah menjadi sara yang peduli dengan orang lain, ia lembut, dan ringan tangan, serta gak jahil lagi pada amina seperti layaknya yang sudah berlalu.
Sekarang sara dekat dengan amina, dimana ada amina disana ada sara, sekarang mereka tidak bisa dipisahkan lagi, layaknya permen karet yang sekali lengket tetap lengket. Teman-teman sarapun bingung dengan keadaan dan tingkah sara yang seperti itu, “ eh….lho kenapa sar? Kok makin lengket aja dengan anak gembel itu??” tanya salah seorang teman sara. ”ops,,, sorry ya, dia itu bukan gembel, dia itu teman gue!! Lho pade semua paham????” jawab sara sambil melotot..”iiisss,,,, aneh lah kamu ni sara”,”biarin,,,, masalah buat lho pada???” celoteh sara sambil angkat kaki dari hadapan mereka.
Waktu berlalu kian cepat, sara dan amina telah merancang impian mereka secara bersamaan, mereka saling memberikan dorongan dan motivasi satu sama lain. Mereka telah merancang kemana mereka akan pergi setelah masa di SMA usai. Waktupun berjalan dan terus berjalan dan tak terasa sara dan amina telah sampai di puncak impiannya masing-masing, mereka sukses berjama’ah, meskipun profesi mereka berbeda. 
“Bermimpi adalah suatu kewajiban bagi orang yang mau mencapai kesuksesan, tapi harus diiringi dengan usaha, karena jika tidak, mimpi akan hanya tinggal mimpi saja, dan jangan menyerah meskipun beribu badai dan gelombang yang menerpa dan menerjang, bahkan badai dan gelombang itu adalah badai dan gelombang kesuksesan”.
Selamat bermimpi !!!!

Tidak ada komentar: