Entah darimana
rasa itu datang, kapan menghampiri dan tidak mau pergi. Tiba-tiba ada rasa yang
datang dari komunikasi yang biasa, dari pembicaraan yang sederhana. Mulanya
kita hanya saing memandang, terpaku sebenatar tanpa mengeluarkan kata,
menundukan pandangan dan berlalu. Tapi aku kaget saat menerima pesan pertama
dari mu, senang bercampur malu. Dan dari sanalah percakapan kita berawal.
Mulai menanyakan
hal-hal yang sederhana sampai bercerita tentang keseharian yang menyenangkan. Kadang
ada cerita duka yang aku bagi dengan mu, dan kau setia mendengarkannya. Kadang ada
rasa kesal yang aku luapkan pada mu, tapi kau hanya tersenyum dan mencoba
menghibur ku dengan candaan-candaan kecil.
Pernah sekali
aku menangis saat menghubungi mu, tapi kau masih sabar mendengarkan segala
keluh kesah ku. Dan aku baru tau kalau malam itu kamu harus belajar untuk ujian
besok, tapi dengan tenangnya kamu menenangkan ku dan menghiburku dengancara
yang unik.
Tapi rasa
ini mulai tidak wajar, kenapa saat mendengar nama mu diriku selau tersenyum dan
jantungku berdebar kencang. selalu ingin mengetahui apa yang sedangkau kerjakan
di dunia nyata dan kau bagikan di dunia maya. Waktuku menjadi sepi jika tidak
ada kabar dari mu, dan etah kenapa diriku mulai nyaman dengan kehadirian diri
mu..
Pergi lah,
ku mohon. Rasa ini datang pada saat yang belum tepat. Aku takut kita akan
saling menyakiti, karena terjalin dalam hubungan yang tidak halal. Bukan cinta
yang akan bersemi, tapi nafsu yang berbalut keindahan dunia. Menggoda kita
dengan kesenangan dan melupakan kewajiab-kewajiab kita. Aku tidak mau
mengganggu mu dan menggoyahkan imanmu. Sedikit pun aku tidak mau menjadi jalan
syetan untuk menjerumuskan dirimu ke api neraka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar